Tiga OPD Catat Serapan Tertinggi di Pemkot Batu, Wawali Dorong SKPD Lain Ikuti Jejaknya

Berdasarkan data hingga 28 Mei, BKPSDM menjadi OPD dengan serapan tertinggi, yakni mencapai 33,95 persen atau Rp 3,8 miliar dari total pagu anggaran Rp 11,3 miliar. Diikuti oleh Diskominfo dengan realisasi Rp 6,9 miliar dari pagu Rp 20,6 miliar atau sebesar 33,59 persen. Posisi ketiga ditempati oleh Damkar yang telah menyerap Rp 3,2 miliar dari total anggaran Rp 10,1 miliar atau sekitar 31,9 persen

14 Jun 2025 - 15:04
Tiga OPD Catat Serapan Tertinggi di Pemkot Batu, Wawali Dorong SKPD Lain Ikuti Jejaknya
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat mengunjungi ruang OPD (Dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Di tengah realisasi belanja daerah yang masih tergolong rendah hingga akhir Mei 2025, tiga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batu mencatatkan kinerja serapan anggaran yang tertinggi.

Ketiganya adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Berdasarkan data hingga 28 Mei, BKPSDM menjadi OPD dengan serapan tertinggi, yakni mencapai 33,95 persen atau Rp3,8 miliar dari total pagu anggaran Rp11,3 miliar.

Diikuti oleh Diskominfo dengan realisasi Rp6,9 miliar dari pagu Rp20,6 miliar atau sebesar 33,59 persen. Posisi ketiga ditempati oleh Damkar yang telah menyerap Rp3,2 miliar dari total anggaran Rp10,1 miliar atau sekitar 31,9 persen.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto pada Sabtu (14/6/2024) mengapresiasi capaian ketiga OPD tersebut. Menurutnya, kinerja ini menunjukkan adanya perencanaan dan pelaksanaan program yang lebih matang sejak awal tahun.

"Ketiga OPD ini patut diapresiasi karena mampu bergerak cepat dalam merealisasikan program dan kegiatan yang telah direncanakan. Di tengah tantangan serapan anggaran yang masih rendah secara umum, capaian ini bisa menjadi contoh bagi OPD lainnya," ujarnya.

Heli menyebut bahwa realisasi anggaran yang optimal bukan hanya soal administrasi keuangan, melainkan berdampak langsung pada kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa percepatan pelaksanaan program sangat penting untuk menjawab kebutuhan dan harapan warga Kota Batu.

“Anggaran itu bukan sekadar angka di atas kertas. Ia harus diubah menjadi aksi nyata yang bisa dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, percepatan pelaksanaan program menjadi sangat penting. Ketika serapan anggaran tinggi dan tepat sasaran, maka masyarakatlah yang merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Wawali juga menyoroti bahwa sejumlah OPD lainnya masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari proses lelang kegiatan fisik hingga masalah kepemimpinan yang belum definitif di awal tahun. Namun, ia optimistis capaian semester pertama bisa terus ditingkatkan menjelang tutup triwulan II akhir Juni nanti.

“Kita tidak menutup mata bahwa ada OPD yang masih lambat karena proses administrasi yang kompleks, terutama untuk belanja fisik yang memerlukan lelang. Tapi kami sudah mendorong agar ada percepatan. Kepala OPD sudah kami minta menyusun langkah strategis agar target serapan minimal 40 persen bisa tercapai di akhir Juni,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja kolektif antar-OPD untuk saling mendukung dan berbagi strategi dalam mengakselerasi realisasi program. Menurutnya, sinergi antar-unit kerja menjadi kunci untuk menjaga momentum pembangunan di Kota Batu.

"Kalau ada OPD yang bisa menyerap di atas 30 persen, artinya ini bukan tidak mungkin. Tinggal bagaimana masing-masing kepala OPD mampu mengelola waktu, SDM, dan programnya secara efektif. Kami ingin keberhasilan BKPSDM, Diskominfo, dan Damkar bisa jadi motivasi bagi yang lain," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow