Tarung Jalanan Sopir Truk Vs Supeltas di Sumobito Jombang, Dua Orang Terluka
berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, peristiwa bermula saat sebuah truk yang melaju dari arah selatan dihentikan oleh petugas supeltas guna mengatur ritme arus kendaraan yang padat.
JOMBANG, SJP — Insiden kekerasan di ruang publik kembali terjadi dan mencoreng ketertiban lalu lintas di Kabupaten Jombang.
Sebuah perselisihan sengit melibatkan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) dengan awak truk pecah di simpang empat Dusun Sedamar, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Jombang, pada Selasa (23/12/2025) petang.
Akibat kejadian ini, sejumlah orang dilarikan ke puskesmas lantaran mengalami luka serius.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, peristiwa bermula saat sebuah truk yang melaju dari arah selatan dihentikan oleh petugas Supeltas guna mengatur ritme arus kendaraan yang padat.
Tak terima kendaraannya dihentikan, pengemudi truk terlibat adu mulut hebat dengan Supeltas.
Ketegangan meningkat drastis ketika awak truk lainnya turun dari kendaraan dengan membawa benda tumpul.
"Truk disetop, sopirnya tidak terima lalu marah-marah. Terjadi duel, kemudian kernetnya ikut turun membawa kunci stang," ungkap Kasirin (46), warga setempat yang menyaksikan awal mula pertikaian.
Aksi saling serang menggunakan benda keras, termasuk kunci stang dan linggis ini tak terhindarkan di tengah badan jalan.
Hal ini mengakibatkan arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh total selama beberapa saat.
Aksi kekerasan ini mengakibatkan cedera fisik yang cukup parah bagi kedua belah pihak.
Supeltas dilaporkan mengalami patah tulang jari tangan akibat hantaman benda keras, sementara sopir truk mengalami luka robek serius di bagian kepala.
Saksi lain, Ernah (39), menyebutkan bahwa warga sempat berupaya melerai, namun mundur karena pihak awak truk mempersenjatai diri dengan linggis.
"Warga takut mendekat karena kondisinya sangat anarkis," ujarnya.
Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti-bukti.
Kapolsek Sumobito, AKP Bagus Tejo Purnomo, mengonfirmasi bahwa kasus ini sudah masuk dalam tahap penyelidikan.
"Para pihak yang terlibat saat ini masih menjalani perawatan medis di puskesmas. Kami sedang mendalami kronologi lengkap serta menentukan peran masing-masing pihak dalam insiden ini untuk proses hukum lebih lanjut," tegas AKP Bagus saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).
Polisi kini tengah mengumpulkan keterangan dari lima orang yang terlibat langsung guna memastikan apakah ada unsur penganiayaan berencana atau pengeroyokan secara bersama-sama di muka umum sebagaimana diatur dalam KUHP. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

