Hari Ini Sweeping Jam Malam Anak Surabaya Dimulai, Wali Kota Eri Turun Langsung

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung malam ini memimpin sweeping jam malam, menyasar remaja pacaran di taman hingga berboncengan tiga tanpa helm.

02 Jul 2025 - 17:33
Hari Ini Sweeping Jam Malam Anak Surabaya Dimulai, Wali Kota Eri Turun Langsung
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi siap pimpin sweeping jam malam anak (Pemkot Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP - Pemerintah Kota Surabaya mulai memberlakukan sweeping pembatasan jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun, Rabu (2/7/2025) malam ini. Sweeping dilakukan serentak pukul 22.00 WIB, seiring dengan dimulainya aturan jam malam yang telah disosialisasikan sebelumnya.

Dalam razia perdana, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan juga akan ikut turun langsung memimpin patroli bersama satuan tugas (satgas) yang sudah terbentuk di tiap RW.

"Insyaallah iya (ikut). Kami lakukan nanti ya, karena kami membentuk satgas, sudah terbentuk satgasnya," kata Eri Cahyadi, Rabu (2/7/2025).

Sasar "Cenglu" dan Pacaran di Taman

Dalam pelaksanaan di lapangan, sweeping akan menyasar sejumlah pelanggaran umum yang sering dilakukan remaja malam hari. 

Termasuk di antaranya remaja yang berboncengan tiga atau biasa disebut Bonceng Telu (Cenglu) naik motor, tidak menggunakan helm, maupun pasangan bukan suami-istri yang kedapatan berduaan di taman atau ruang publik terbuka.

"Jadi selain di jalan, kalau ada yang pacaran di taman juga kami tindak," tegas Eri.

Anak-anak yang terjaring akan langsung dikembalikan ke rumah masing-masing, didampingi pihak satgas dan dengan sepengetahuan RW setempat. Bahkan Eri menyatakan siap untuk mengantar sendiri anak-anak tersebut pulang ke rumah.

"Untuk anak-anak yang terjaring akan kami antar pulang," ujarnya.

Satgas RW Bergerak, SK Sudah Dibentuk

Untuk mendukung efektivitas sweeping, Pemkot telah membentuk satuan tugas (satgas) di setiap RW yang terdiri dari pengurus lingkungan dan aparat kepolisian. Pemkot juga telah menerbitkan surat keputusan (SK) bagi masing-masing satgas untuk mengatur teknis pelaksanaan di tingkat kampung.

"Kami buatkan SK yang masing-masing nanti per RW," kata Eri.

Sweeping tersebut bukan sekadar penertiban, tapi bagian dari upaya membentuk karakter dan perlindungan terhadap anak. Pemkot ingin mendorong partisipasi orang tua agar turut menjaga anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif di malam hari.

"Ayo kita dan orang tua mengajak anak-anak kita agar melakukan kegiatan yang bermanfaat," tukasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow