Taman Nasional Baluran, “Afrika van Java” di Ujung Timur Pulau Jawa

Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, dikenal sebagai Afrika van Java dengan savana luas, banteng Jawa, dan panorama alam eksotis yang unik di Pulau Jawa.

03 Jan 2026 - 09:00
Taman Nasional Baluran, “Afrika van Java” di Ujung Timur Pulau Jawa
Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, dikenal sebagai Afrika van Java. (foto: indonesia.travel.id)

BANYUWANGI, SJP - Di ujung timur Pulau Jawa, terbentang sebuah lanskap eksotis. Taman Nasional Baluran menghadirkan hamparan savana luas yang kering, terbuka, dan eksotis. Pemandangan yang membuat kawasan ini dijuluki sebagai “Afrika van Java.”

Berada di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Baluran membentang seluas lebih dari 22 ribu hektare, dengan sekitar 40 persen wilayahnya berupa padang savana. Di ruang terbuka inilah satwa liar hidup dan bergerak bebas.

Banteng Jawa yang gagah, merak dengan ekor berkilau, rusa, hingga burung pemangsa yang berputar di langit menjadi bagian dari keseharian alam Baluran. Lanskap savana yang berpadu dengan latar gunung berapi Baluran yang telah punah menghadirkan panorama yang jarang ditemukan di wilayah lain di Jawa.

Keunikan Baluran tak hanya terletak pada bentang alamnya, tetapi juga pada karakter iklimnya. Kawasan ini hanya menerima hujan sekitar tiga bulan dalam setahun. Angin kering dari timur membentuk ekosistem khas sabana tropis, tempat tumbuhan dan satwa beradaptasi dengan kondisi ekstrem.

Pada musim kemarau, tanah mengering dan padang savana tampak keemasan, menciptakan suasana yang semakin menyerupai Afrika. Sementara di musim hujan, genangan air muncul di beberapa titik, menjadi magnet bagi satwa liar dan burung air.

Baluran juga dikenal sebagai habitat penting bagi banteng (Bos javanicus), satwa endemik yang kini menjadi maskot taman nasional ini. Selain banteng, Baluran menjadi rumah bagi puluhan mamalia dan ratusan jenis burung, menjadikannya salah satu kawasan konservasi paling kaya di Jawa Timur. 

Keanekaragaman hayati ini tumbuh berdampingan dengan pohon-pohon khas savana seperti asam Jawa, pilang, dan mimba yang mampu bertahan di tengah keterbatasan air.

Bagi wisatawan, menjelajahi Baluran serupa dengan perjalanan safari mini di Pulau Jawa. Jalur darat menuju kawasan Bekol dan Pantai Bama memungkinkan pengunjung menikmati panorama savana sekaligus mengamati satwa liar dari jarak aman. 

Tak heran jika Baluran kerap disebut sebagai destinasi wajib bagi pencinta fotografi alam, pelajar, hingga wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dari wisata hutan tropis pada umumnya.

Dengan akses yang semakin mudah dari Surabaya, Banyuwangi, hingga Bali, Taman Nasional Baluran kini bukan sekadar kawasan konservasi, melainkan ikon wisata alam yang memperkaya wajah pariwisata Jawa Timur. Di tengah dominasi lanskap hijau Pulau Jawa, Baluran berdiri sebagai pengecualian yang memesona—sepotong Afrika yang tumbuh dan lestari di tanah Jawa. (**)

Sumber : indonesia.travel.id

Editor : Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow