Tak Terimbas Krisis Global, Hermes Bagi-Bagi Bonus ke Seluruh Karyawan Karena Untung Besar

Karena keuntungan berlipat tersebut, Hermes akan membayar bonus sebesar 4.000 euro atau sekitar Rp 67 juta kepada setiap karyawan di seluruh dunia yang berjumlah 22.000 orang

09 Feb 2024 - 09:15
Tak Terimbas Krisis Global, Hermes Bagi-Bagi Bonus ke Seluruh Karyawan Karena Untung Besar
Hermes tak pernah terimbas krisis global dengan penjualan yang stabil, bahkan cenderung naik (reuters/SJP)

Paris, SJP - Produsen tas Birkin Hermes (HRMS.PA) membuka tab baru dengan menaikkan harga tahun ini setelah penjualan melonjak 17,5% pada kuartal keempat tahun 2023.

Hal ini menunjukkan ketahanan pembeli kelas atas meskipun kondisi ekonomi sedang limbung di seluruh dunia.

Penjualan selama tiga bulan hingga akhir Desember berjumlah 3,36 miliar euro ($3,62 miliar), naik 17,5% pada nilai tukar mata uang asing konstan.

Angka tersebut melampaui ekspektasi pertumbuhan sebesar 14%, menurut perkiraan konsensus Visible Alpha.

Perusahaan berencana untuk menaikkan harga antara 8% dan 9% tahun ini secara global, begitu rilis ketua eksekutif Axel Dumas seperti yang dilansir dari Reuters, Jumat (9/2).

Hermes menaikkan harga sekitar 7% secara global tahun lalu untuk memperhitungkan biaya produksi yang lebih tinggi, dengan pengecualian di AS, yang kenaikannya sekitar 3%, dan Jepang, yang harganya mencapai dua digit karena fluktuasi mata uang.

Salah satu pemain paling konsisten di industri barang mewah, Hermes memiliki rekam jejak mengungguli pesaingnya ketika kondisi ekonomi memburuk.

Hermes unggul karena desain klasiknya dan manajemen produksi dan stok yang cermat, yang membantu menjaga aura eksklusivitas label tersebut.

Tas tangan seperti model Birkin termurah hanya terjangkau bagi kaum berduit yang kebal terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Analis Bernstein, Luca Solca, mengatakan kinerja tersebut merupakan "ketukan yang solid" yang menegaskan "momentum merek yang kuat" dari Hermes.

Label barang mewah Perancis mencatat pertumbuhan yang kuat di semua wilayah, dan menandai pertumbuhan yang “dinamis” di Tiongkok.

“Tidak ada gangguan dalam tren,” kata Dumas, seraya mencatat bahwa meskipun ia melihat rendahnya lalu lintas mal di Tiongkok selama perjalanan terakhirnya ke negara tersebut pada kuartal keempat, “hal tersebut tidak tercermin dalam angka kami.”

Karena keuntungan berlipat tersebut, Hermes akan membayar bonus sebesar 4.000 euro atau sekitar Rp 67 juta kepada setiap karyawan di seluruh dunia yang berjumlah 22.000 orang, kutip rilis tersebut. (**)

Sumber: Reuters

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow