Srikandi Damkar Surabaya Tunjukkan Ketangguhan di Hari Kartini

Petugas pemadam kebakaran perempuan di Surabaya menunjukkan peran penting dalam penanganan kebakaran dan evakuasi saat peringatan Hari Kartini, membuktikan kesetaraan gender di lapangan.

21 Apr 2026 - 10:00
Srikandi Damkar Surabaya Tunjukkan Ketangguhan di Hari Kartini
Petugas pemadam kebakaran perempuan di Surabaya saat menjalankan tugas pemadaman dan evakuasi dalam peringatan Hari Kartini. (Foto: Beritasatu.com)

SURABAYA, SJP - Semangat emansipasi perempuan terlihat nyata dari para petugas pemadam kebakaran perempuan di Surabaya yang turun langsung menghadapi berbagai situasi darurat, mulai dari kebakaran hingga evakuasi, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Di tengah medan tugas yang berat dan penuh risiko, perempuan kini mengambil peran penting di garis depan sebagai bagian dari tim pemadam kebakaran. Mereka menunjukkan bahwa keberanian dan ketangguhan tidak ditentukan oleh jenis kelamin.

Salah satu sosok inspiratif adalah Laksita Rini Sevriani yang memimpin Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya. Ia membuktikan perempuan mampu memegang peran strategis sekaligus terlibat langsung dalam tugas-tugas berisiko tinggi.

Tidak hanya menjalankan fungsi manajerial, ia juga turun dalam berbagai operasi, mulai dari pemadaman kebakaran dengan status red hingga superred, hingga evakuasi hewan, kendaraan, serta penanganan insiden di jalur lintas.

“Tugas kita adalah pemadaman sampai selesai, serta penyelamatan, baik evakuasi hewan, kendaraan, maupun kejadian di jalur lintas. Kalau sudah superred, seperti kebakaran gudang besar, itu sangat berat dan membutuhkan penanganan maksimal,” ujar Laksita, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan bahwa kesetaraan gender kini semakin nyata, termasuk di lingkungan kerja yang selama ini didominasi laki-laki.

“Sekarang ada kesetaraan gender, wanita juga bisa memegang kendali dinas, termasuk damkar. Meski disibukkan dengan tugas negara, peran sebagai ibu dan istri tetap dijalankan,” tambahnya.

Meski terbiasa menghadapi situasi ekstrem, sisi kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam setiap tugas. Laksita mengungkapkan momen paling berat adalah ketika kebakaran menyebabkan korban jiwa.

“Dukanya kalau ada korban jiwa, itu yang sangat menyedihkan. Wanita bisa bekerja di tempat yang lebih keras dan membangun strategi bersama,” ungkapnya.

Peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk mendorong perempuan Indonesia agar tidak ragu mengambil peran di berbagai bidang, termasuk pekerjaan yang penuh tantangan. Kiprah para srikandi damkar Surabaya ini menjadi bukti perempuan mampu menembus batas dan menghadapi risiko demi keselamatan masyarakat.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow