Skenario Palsu Perawat di Probolinggo, Jual Motor Ayah Lalu Lukai Diri dan Mengaku Dibegal
Peristiwa yang sebelumnya diklaim sebagai aksi kejahatan jalanan ternyata hanyalah sebuah rekayasa yang dibuat oleh seorang pria bernama Nugroho Priyo Wicaksono, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan.
PROBOLINGGO, SJP — Misteri kasus dugaan pembegalan yang sempat menggemparkan warga Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terkuak.
Peristiwa yang sebelumnya diklaim sebagai aksi kejahatan jalanan ternyata hanyalah sebuah rekayasa yang dibuat oleh seorang pria bernama Nugroho Priyo Wicaksono, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan.
Pengakuan tersebut disampaikan langsung saat memberikan klarifikasi di Mapolsek Kraksaan. Dalam keterangannya, pria yang bekerja sebagai perawat tersebut mengakui bahwa cerita pembegalan yang disebut terjadi di Jalan Wahidin Sudirohusodo pada Senin malam (1/6/2026) tidak pernah terjadi. Ia mengaku nekat menciptakan cerita palsu karena terdesak persoalan ekonomi yang sedang dihadapinya.
"Saya membuat berita hoaks tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi," ungkap Nugroho di hadapan petugas kepolisian.
Dalam pengakuannya, Nugroho menjelaskan bahwa sepeda motor yang selama ini digunakannya ternyata merupakan milik ayahnya. Karena alasan ekonomi, kendaraan tersebut telah dijual tanpa sepengetahuan keluarga. Untuk menutupi tindakannya, ia kemudian menyusun skenario seolah-olah menjadi korban pembegalan. Bahkan, demi memperkuat cerita yang dibuatnya, ia sengaja melukai dirinya sendiri agar terlihat seperti korban tindak kriminal.
Kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat karena informasi yang beredar menyebutkan adanya aksi begal yang meresahkan warga. Namun, kecurigaan aparat kepolisian muncul setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan yang disampaikan pelapor.
Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga pemeriksaan kondisi fisik pelapor. Hasil penyelidikan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara cerita yang disampaikan dengan fakta yang ditemukan di lapangan.
"Dari hasil pemeriksaan, luka yang dialami tidak sesuai dengan ciri-ciri luka akibat senjata tajam. Setelah didalami, yang bersangkutan mengaku melukai dirinya sendiri di rumahnya," jelas Kompol Masykur.
Menurutnya, pengakuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa peristiwa pembegalan hanyalah sebuah rekayasa. Polisi juga menemukan fakta bahwa sepeda motor yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat dibegal ternyata telah dijual kepada seseorang sebelum laporan dibuat.
"Ketika kami undang untuk menjelaskan kronologi kejadian secara rinci, akhirnya yang bersangkutan mengakui bahwa cerita pembegalan itu tidak benar," ujar Kompol Masykur.
Setelah mengakui seluruh perbuatannya, yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan institusi kepolisian atas informasi palsu yang telah disebarkannya. Ia mengaku menyesali tindakannya karena telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Dengan ini saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Probolinggo, serta kepada pihak kepolisian. Saya menyesali perbuatan saya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," katanya.
Sementara itu, pihak kepolisian memilih memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan. Kompol Masykur menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu seperti ini dapat memicu kepanikan dan keresahan publik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya serta selalu mengedepankan kejujuran dalam setiap laporan yang disampaikan kepada aparat penegak hukum.
"Setelah mengakui perbuatannya, yang bersangkutan juga menyampaikan permintaan maaf melalui video karena informasi yang disebarkannya telah meresahkan masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

