Sidak Beras di Jombang, Tim Gabungan Temukan Harga Beras Premium Naik

stok beras jenis medium maupun premium masih tersedia melimpah di pasaran. Meski ada kenaikan harga yang dianggap wajar pada beras jenis premium.

22 Sep 2025 - 16:28
Sidak Beras di Jombang, Tim Gabungan Temukan Harga Beras Premium Naik
Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid atau Gus Salman saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela kegiatan sidak beras di Pasar Citra Niaga atau Pasar Legi Jombang. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang beserta Polres Jombang dan Badan Urusan Logistik (Bulog) melakukan inspeksi mendadak (sidak) beras di Pasar Citra Niaga atau Pasar Legi Jombang, Senin (22/9/2025) pagi. 

Hasilnya, tim gabungan tersebut mendapati stok beras jenis medium maupun premium masih tersedia melimpah di pasaran, meski ada kenaikan harga yang dianggap wajar pada beras jenis premium. 

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, menyebut, harga beras premium memang naik, namun tidak signifikan. Lonjakan harga dipicu oleh naiknya harga beli gabah yang kini dipatok Rp6.500 per kilogram.

“Kalau premium naik sedikit iya, tapi sedikit loh, tidak banyak. Harga beras medium sekitar Rp13.000, HET-nya kan Rp12.500. Jadi masih tergolong wajar," ucap Wabub yang akrab disapa Gus Salman kepada wartawan. 

Pemkab Jombang bersama Bulog dan Polres Jombang akan segera melakukab operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga. Menghindari lonjakan harga yang membuat masyarakat kesulitan untuk mendapat beras sebagai sumber pangan. 

Rencana yang digulirkan Pemkab Jombang setiap kecamatan akan menerima jatah kurang lebih 1 ton beras dengan harga khusus, yakni Rp11.500 per kilogram, di bawah HET yang ditetapkan pemerintah. Jenis beras yang akan dijual beras SPHP. 

“Pasar murah ini bukan untuk mematikan pedagang, tapi menstabilkan harga. Besok kita gelar serentak di semua kecamatan," imbuhnya. 

Sementara itu, Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menegaskan bahwa stok beras premium dan medium masuk dalam kategori aman.

Pihaknya sudah menurunkan Satgas Pangan sebagai pengawas distribusi beras di pasar-pasar. Satgas juga menjadi garda untuk mencegah adanya praktik kecurangan berupa beras oplosan.

“Kita sudah cek ke Toko Sawah Ijo dan retail-retail lainnya, stok masih melimpah. Tidak ada beras oplosan. Kami terus berkoordinasi dengan Pemda dan Bulog," tandas Kapolres. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow