Selain Strawberry Moon, Ini Deretan Fenomena Langit Sepanjang Tahun 2025
Ada berbagai fenomena langit selama tahun 2025. Apa saja? Yuk simak ulasanya dan prediksi tanggal terjadinya
SUARAJATIMPOST.COM - Langit hari ini akan dihiasi oleh fenomena strawberry moon, sebuah bulan purnama yang bukan hanya indah, tetapi juga langka dan penuh makna astronomis. Fenomena ini menandai momen puncak dari peristiwa major lunar standstill, yang hanya terjadi sekitar 18 tahun sekali.
Dikutip dari BBC, strawberry moon kali ini akan menjadi bulan purnama terendah di langit dalam hampir dua dekade. Karena posisi bulan yang sangat miring terhadap garis khatulistiwa langit, ia akan tampak sangat rendah di cakrawala saat terbit dan terbenam.
Hal ini menciptakan pemandangan dramatis dan mengesankan, terutama karena warna keemasan atau kemerahan yang mungkin muncul akibat hamburan cahaya atmosfer.
Tak hanya itu, strawberry moon ini juga termasuk micromoon, yaitu bulan purnama yang terjadi saat bulan berada pada titik terjauhnya dari Bumi (apogee).
Akibatnya, ukuran dan kecerahannya tampak berkurang sekitar 14 persen lebih kecil dan 30 persen lebih redup dari biasanya. Namun, posisinya yang rendah di langit justru membuatnya terlihat unik dan memesona.
Namun, strawberry moon bukanlah fenomena langit satu-satunya yang akan terjadi pada 2025. Berikut ini deretan fenomena langit yang akan datang pada 2025 dan dapat dinikmati dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Deretan Fenomena Langit 2025
1. Gerhana bulan total (7 September 2025)
Gerhana bulan total kedua tahun ini dapat diamati di seluruh Asia, Australia, Eropa tengah dan timur, serta Afrika. Fenomena ini akan terlihat jelas di Indonesia, terutama jika langit cerah. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah malam hari hingga dini hari, saat bulan tampak merah dramatis selama fase total.
Untuk menyaksikannya, pilih lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya. Mata telanjang sudah cukup, tetapi penggunaan teropong atau teleskop akan memperkaya pengalaman.
2. Gerhana matahari sebagian (21 September 2025)
Gerhana matahari sebagian ini akan terlihat di Selandia Baru, Antartika, dan Samudra Pasifik selatan, dengan cakupan terbaik hingga 76 persen di Selandia Baru.
Meskipun fenomena ini tidak dapat diamati langsung dari Indonesia, tetap menarik untuk diikuti secara daring atau melalui siaran langsung astronomi. Ingat untuk tidak menatap matahari secara langsung tanpa pelindung mata khusus.
3. Hujan meteor spektakuler (Juni–Desember)
Berikut ini deretan hujan meteor penting yang akan berlangsung setelah Juni.
- Perseids (12 Agustus–13 Agustus 2025)
Fenomena ini dapat menghasilkan 100–150 meteor per jam pada puncaknya. Berasal dari komet Swift-Tuttle dan terlihat di rasi Perseus setelah tengah malam. Pengamatan terbaik dilakukan setelah bulan terbenam di lokasi gelap. - Orionids (22 Oktober–23 Oktober 2025)
Berasal dari komet Halley dan menghasilkan sekitar 23 meteor per jam. Cari rasi Orion di langit timur setelah tengah malam untuk melihat meteor yang melesat cepat. - Geminids (13 Desember–14 Desember 2025)
Salah satu hujan meteor paling mengesankan, mampu menghasilkan hingga 120 meteor warna-warni per jam. Pengamatan terbaik dilakukan pada rasi Gemini setelah tengah malam, terutama karena langit gelap tanpa bulan. - Ursids (21 Desember–22 Desember 2025)
Menghasilkan sekitar 10 meteor per jam. Meskipun intensitasnya lebih rendah, meteor ini sering menciptakan bola api terang di langit timur menjelang subuh.
Untuk menikmati hujan meteor, pilih lokasi terbuka dan gelap, biarkan mata menyesuaikan dengan kegelapan selama 20–30 menit sebelum mulai mengamati.
4. Konjungsi planet dan parade planet
- 26 Juni 2025
Merkurius akan muncul dekat bulan sabit di langit barat, terlihat 20–30 menit sebelum senja berakhir. Terlihat sebagai titik cahaya redup, bisa dinikmati dengan mata telanjang atau binokuler. - 19 September 2025
Bulan sabit, Venus, dan bintang Regulus membentuk segitiga di langit timur sekitar 45 menit sebelum matahari terbit. Venus akan bersinar terang dengan Regulus yang menambah kilau biru-putih.
5. Supermoon (7 Oktober, 5 November, dan 4 Desember 2025)
Tiga supermoon berturut-turut akan menghiasi langit akhir tahun ini, yaitu:
- 7 Oktober 2025
Harvest moon, bulan purnama yang dekat dengan ekuinoks musim gugur, tampak lebih besar dan terang karena berada di titik terdekat dengan Bumi. - 5 November 2025
Beaver moon, dinamai dari tradisi suku asli Amerika, muncul menjelang musim dingin. - 4 Desember 2025
Cold Moon, menandai datangnya musim dingin di belahan bumi utara. Supermoon ini bisa dinikmati tanpa alat bantu, terutama jika cuaca cerah dan pandangan ke cakrawala tidak terhalang.
Tahun 2025 menawarkan beragam fenomena langit yang memukau, dari gerhana bulan total yang dramatis hingga hujan meteor yang memesona. Dengan persiapan yang tepat, Anda dapat menikmati keindahan alam semesta dari Indonesia atau belahan dunia lain. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : BBC dan Beritasatu.com
What's Your Reaction?

