Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan bagi Anak Miskin di Jawa Timur
Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak miskin, memastikan mereka belajar tanpa beban ekonomi, dengan guru tersertifikasi dan kurikulum berkualitas untuk memutus siklus kemiskinan.
SURABAYA, SJP - Akses pendidikan yang layak masih menjadi tantangan besar bagi banyak anak dari keluarga miskin di Indonesia. Ketimpangan ekonomi membuat sebagian dari mereka sulit mendapatkan pendidikan yang memadai, bahkan berisiko putus sekolah sejak dini.
Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggagas "Sekolah Rakyat", sebuah program nasional yang memberikan pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang berada dalam kategori miskin ekstrem.
Diperkenalkan pertama kali pada Januari 2025, Sekolah Rakyat hadir sebagai bagian dari upaya besar pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Program ini tidak hanya sekadar menyediakan fasilitas belajar, tetapi juga menerapkan sistem asrama, memastikan anak-anak mendapatkan pembinaan secara langsung dan komprehensif.
Menjangkau Anak-anak Miskin di Seluruh Indonesia, Termasuk Jawa Timur
Sekolah Rakyat tidak terbatas pada satu wilayah tertentu, melainkan menyasar anak-anak dari desil 1 hingga desil 3 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di seluruh Indonesia. Namun, dampaknya akan sangat terasa di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, salah satunya adalah Jawa Timur.
Sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia, Jawa Timur memiliki lebih dari 4 juta jiwa yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Angka putus sekolah di beberapa daerah seperti Sampang, Sumenep, Probolinggo, dan Jember juga tergolong tinggi, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat di provinsi ini menjadi salah satu solusi penting untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin tetap mendapatkan pendidikan yang layak.
Menurut Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, program ini bisa menjadi game changer dalam upaya memutus siklus kemiskinan yang selama ini membelenggu banyak keluarga di provinsi tersebut.
"Banyak anak dari keluarga miskin ekstrem di Jawa Timur yang kesulitan mengakses pendidikan karena faktor ekonomi. Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka akan mendapatkan kesempatan belajar tanpa khawatir soal biaya," ujar Novi saat dikonfirmasi pada Jumat (28/3/2025).
Sekolah Gratis Berbasis Asrama dengan Kualitas Terjamin
Salah satu keunggulan utama dari Sekolah Rakyat adalah konsep boarding school (sekolah berasrama). Anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter, keterampilan hidup, serta fasilitas tempat tinggal dan makanan yang sepenuhnya ditanggung oleh negara.
"Dengan sistem ini, anak-anak dari keluarga miskin dapat fokus belajar tanpa harus terbebani oleh persoalan ekonomi," jelas Novi.
Sekolah Rakyat juga dirancang untuk memberikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan, sehingga lulusannya memiliki kompetensi yang dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.
Kapan Program Mulai Berjalan? Bagaimana Persiapan di Jatim?
Program Sekolah Rakyat sendiri dijadwalkan mulai efektif pada Juli tahun 2025. Saat ini, 53 lembaga telah dipersiapkan sebagai tahap awal pelaksanaan. Ke depan, targetnya adalah setiap kabupaten/kota memiliki satu Sekolah Rakyat, dengan kapasitas mencapai 1.000 siswa per sekolah.
Novi menjelaskan bahwa Pemprov Jatim sudah melakukan beberapa tahapan awal untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program Sekolah Rakyat, salah satunya adalah rekrutmen siswa yang akan dimulai setelah Lebaran.
"Kita akan menyaring anak-anak dari keluarga miskin yang datanya akan kami ambil berdasarkan data sosial ekonomi dari Kementerian Sosial," paparnya.
Rekrutmen 700 Guru PPG untuk Jaga Kualitas Pendidikan
Agar pendidikan di Sekolah Rakyat tetap berkualitas, pemerintah menargetkan untuk merekrut 700 tenaga pengajar yang sudah memiliki sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Kementerian Sosial (Kemensos) dan Tim Formatur Sekolah Rakyat telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen untuk menyeleksi sekitar 60 ribu guru PPG Prajabatan.
Seleksi guru itu dilakukan dengan mempertimbangkan kedekatan lokasi domisili masing-masing guru dengan Sekolah Rakyat yang akan didirikan.
Sekolah Rakyat: Investasi dalam SDM Indonesia
Program Sekolah Rakyat bukan sekadar inisiatif jangka pendek, tetapi merupakan bagian dari investasi besar negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Dengan memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan pendidikan yang layak, diharapkan mereka memiliki peluang lebih baik untuk keluar dari kemiskinan dan berkontribusi pada pembangunan nasional.
Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, tenaga pendidik, maupun masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan model pendidikan gratis berbasis asrama, Sekolah Rakyat membawa harapan baru bagi ribuan anak di Indonesia untuk mengubah masa depan mereka.(*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

