Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Jember: Pemkab Gelar Refleksi Capaian Strategis
Dalam paparannya, Gus Fawait menyatakan bahwa tahun pertama masa jabatannya difokuskan pada pembenahan pelayanan dasar di tengah tekanan fiskal dan angka kemiskinan.
JEMBER, SJP–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelar kegiatan refleksi bertajuk Setahun Berkarya, Maju Bersama Rakyat pada Jumat (20/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut merupakan pemaparan capaian strategis sekaligus evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Jember, Gus Fawait, sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Dalam paparannya, Gus Fawait menyatakan bahwa tahun pertama masa jabatannya difokuskan pada pembenahan pelayanan dasar di tengah tekanan fiskal dan angka kemiskinan.
Pada awal masa jabatan, Pemkab Jember menghadapi beban tanggungan di tiga rumah sakit daerah yang mencapai Rp214 miliar.
Kondisi operasional rumah sakit saat itu terdampak oleh keterbatasan anggaran dan suplai kebutuhan medis. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Jember menetapkan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.
Per 1 April 2025, masyarakat Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis menggunakan KTP. Kebijakan ini berdampak pada penjaminan akses kesehatan warga sekaligus stabilitas keuangan rumah sakit daerah yang saat ini mencatatkan peningkatan pendapatan.
Selain sektor kesehatan, pembenahan administrasi kependudukan menjadi prioritas. Pemerintah daerah menyediakan 68 ribu blanko KTP untuk menuntaskan tunggakan pencetakan periode 2019–2024. Melalui program PETA CINTA, masyarakat dapat melakukan pencetakan KTP di kantor kecamatan.
Di sektor pendidikan, tercatat sebanyak 1.532 gedung sekolah dalam kondisi rusak berat. Pemkab Jember melakukan pembaruan data Dapodik secara menyeluruh dan mendapatkan dukungan anggaran revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat.
Selain itu, hampir 8 ribu mahasiswa, termasuk santri, menerima beasiswa afirmasi ekonomi hingga lulus.
Sektor pertanian turut mendapatkan alokasi melalui optimalisasi lahan, bantuan alat mesin pertanian, benih, serta penguatan infrastruktur. Total anggaran pertanian tahun 2025 yang bersumber dari APBN dan APBD merupakan yang terbesar dalam empat dekade terakhir.
Dalam menghadapi efisiensi transfer pusat, Pemkab Jember menerapkan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menaikkan tarif pajak.
Melalui optimalisasi potensi dan penertiban kebocoran anggaran, PAD Jember tercatat meningkat sekitar 32 persen.
“Tahun 2025 adalah fondasi. Kita pastikan pelayanan dasar berdiri kokoh. Tahun 2026 adalah percepatan,” ujar Gus Fawait di sela-sela kegiatan.
Refleksi satu tahun ini menjadi penegasan arah pembangunan Kabupaten Jember yang berfokus pada penguatan pelayanan publik, stabilitas fiskal, dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

