Satu Keluarga asal Jember Meninggal dalam Kecelakaan Bus Wisata Bromo

Satu keluarga asal Jember, terdiri dari ayah, ibu, dan putri berusia 10 tahun, menjadi korban meninggal dalam kecelakaan bus pariwisata rombongan RS Bina Sehat di jalur wisata Gunung Bromo.

14 Sep 2025 - 18:35
Satu Keluarga asal Jember Meninggal dalam Kecelakaan Bus Wisata Bromo
Situasi di Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Keluarga korban menunggu kedatangan jenazah korban. (foto: Ulum/SJP)

JEMBER, SJP — Suasana duka menyelimuti halaman IGD Rumah Sakit Bina Sehat Jember pada Minggu (14/9/2025) sore. Sejak pukul 17.30 WIB, keluarga dan kerabat korban kecelakaan bus pariwisata di jalur Gunung Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mulai berdatangan untuk menanti kedatangan jenazah.

Dari delapan korban jiwa yang tercatat, tiga di antaranya merupakan satu keluarga: Hendra, sang ayah, bersama istri dan putri keduanya yang masih berusia 10 tahun.

"Korban meninggal atas nama Hendra beserta istri dan putri keduanya, mereka masih kerabat keponakan saya," ungkap Taufik Hidayah, kerabat almarhum, di depan IGD RS Bina Sehat.

Taufik menuturkan, Hendra bersama keluarga dan rombongan tenaga kesehatan RS Bina Sehat berangkat menuju Gunung Bromo pada Sabtu (13/9/2025) malam. Pagi harinya, mereka sempat menikmati momen di kawasan wisata itu.

"Pagi tadi saya masih melihat story di WhatsApp istrinya, mereka masih sempat berfoto di atas mobil jeep berlatar Gunung Bromo. Namun siangnya ada informasi bahwa bus yang ditumpangi ponakan saya bersama teman-temannya dari RS Bina Sehat mengalami kecelakaan saat pulang dari Gunung Bromo," jelasnya.

Taufik masih mengingat pertemuan terakhir dengan Hendra beberapa hari sebelum kejadian. Saat itu, Hendra sempat berpamitan tidak bisa mengikuti kegiatan jalan sehat di lingkungannya karena hendak berlibur bersama rekan-rekan kerjanya.

"Kemarin almarhum sempat berpamitan kepada saya tidak bisa mengikuti kegiatan jalan sehat di lingkungan karena bersamaan dengan kegiatan rekan-rekannya ke Gunung Bromo. Almarhum juga sempat berpesan ke ibunya kalau meninggal ingin dikebumikan di belakang masjid tempat tinggalnya di panti," kenangnya.

Di tempat terpisah, Direktur RS Bina Sehat, Faida, membenarkan bahwa rombongan karyawan rumah sakitnya menjadi korban kecelakaan tersebut. Pihaknya segera turun langsung ke Probolinggo dengan mengerahkan 18 unit ambulans untuk mengevakuasi korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia.

“Ada delapan orang meninggal dunia dan ada yang kritis,” katanya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, bus nahas tersebut mengangkut 55 penumpang. Kecelakaan diduga terjadi akibat rem blong ketika bus melintas di jalan menurun sekitar pukul 11.30 WIB. (*)

 (*)

Editor: Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow