Satpol PP Jember Jaring Badut Jalanan, Tiap Kecamatan Jadi Target Selanjutnya

Patroli Satpol PP antara lain menyasar lampu lalu lintas di simpang jalan sekitar SMPN 2 Jember, Jalan Mastrip, Jalan Kalimantan, Tegal Besar, dan kantor RRI.

25 Dec 2023 - 05:45
Satpol PP Jember Jaring Badut Jalanan, Tiap Kecamatan Jadi Target Selanjutnya
Satpol PP Jember saat gelar razia badut di wilayah Kota. (Foto : Satpol PP)

Kabupaten Jember, SJP - Masyarakat Jember nampaknya makin resah dengan keberadaan badut, peminta-minta, maupun manusia silver.

Kemunculan mereka yang umumnya didapati meminta uang kepada pengendara motor dan mobil ketika berhenti di lokasi-lokasi strategis, seperti lampu merah wilayah kota, sempat berkurang selama beberapa waktu

Namun belakangan ini masyarakat yang resah kembali melaporkan kemunculan para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) itu di lokasi-lokasi yang sama. 

Guna menindaklanjuti laporan yang disalurkan antara lain melalui akun Instagram Bupati Hendy Siswanto, Kepala Satpol PP Jember Bambang Saputro memerintahkan personelnya untuk menggiatkan patroli rutin.

"Titik-titik lokasi lampu lalu lintas dalam kota agar selalu dilintasi oleh petugas patroli ketenteraman dan ketertiban umum setiap hari. Badut, peminta-minta, manusia silver, dan lainnya bila didapati maka langsung ditertibkan!," kata Bambang Saputro, Ahad (25/12/2023)

Patroli Satpol PP antara lain menyasar lampu lalu lintas di simpang jalan sekitar SMPN 2 Jember, Jalan Mastrip, Jalan Kalimantan, Tegal Besar, dan kantor RRI.

Patroli itu berhasil menjaring 2 badut di perempatan kantor RRI dan Tegal Besar. Bahkan upaya penertiban di perempatan Tegal Besar sempat diwarnai aksi pengejaran karena seorang badut melarikan diri.

Melalui pertimbangan keselamatan, petugas menghentikan pengejaran terhadap badut yang melarikan diri menuju keramaian kendaraan itu.

Kedua badut yang ditertibkan hari ini kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial. Tentang penyerahan itu, Bambang Saputro menjelaskan, agar mendapatkan penanganan dari Dinsos.

"Itu sebagai tindak lanjut penanganan. Usai ditertibkan Satpol PP, kedua badut akan dibina melalui UPT Lingkungan Pondok Sosial milik Dinas Sosial," ujarnya 

"Kami berharap melalui penertiban oleh Satpol PP dan pembinaan oleh Dinas Sosial, Jember akan terbebas dari PMKS. Selanjutnya apabila mendapati keberadaan PMKS, jangan segan melaporkannya kepada Satpol PP untuk ditindaklanjuti," tutup Bambang.

Menyikapi terkait badut dan manusia silver yang tidak hanya beroperasi diwilayah perkotaan. Kasatpol PP juga memerintahkan para kasi wilayah kecamatan agar melakukan hal yang sama di tiap-tiap titik yang sering dibuat operasi mereka bekerja meminta-minta. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow