Santuni 500 Anak Yatim, Miracle of Ramadan 2026 Bungkus Kepedulian dengan Nuansa Keberagaman

Sebanyak 500 anak yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an dari Surabaya Raya merasakan kebahagiaan dalam santunan dan buka puasa bersama “Miracle of Ramadan”, Ramadan yang dibungkus dengan pertunjukan lintas budaya.

08 Mar 2026 - 23:08
Santuni 500 Anak Yatim, Miracle of Ramadan 2026 Bungkus Kepedulian dengan Nuansa Keberagaman
Keceriaan anak-anak yatim saat berinteraksi dengan penampilan barongsai dalam acara santunan dan buka puasa bersama “Miracle of Ramadan” di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Minggu (8/3/2026) (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Tahun 2026 menjadi momen yang terasa lebih istimewa bagi banyak masyarakat Indonesia. Sejumlah hari raya keagamaan hadir dalam waktu yang berdekatan, mulai dari perayaan Hari Raya Imlek, Hari Raya Nyepi, hingga bulan suci Ramadan yang berpuncak pada Idulfitri. 

Kedekatan momentum lintas perayaan itu menghadirkan nuansa kebersamaan dan keberagaman yang semakin terasa di tengah masyarakat.

Semangat itulah yang coba dihadirkan dari kolaborasi antara Positive Community, Yayasan Baitul Maal Griya Qur'an, serta manajemen Mercure Surabaya Grand Mirama, dengan dukungan sponsor dari Mitsubishi Motors dalam kegiatan bertajuk Miracle of Ramadan 2026. 

Sebanyak 500 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an dari Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan mendapatkan santunan dalam kegiatan yang digelar bersama berbagai komunitas dan lembaga. Selain santunan, anak-anak juga diajak menikmati berbagai hiburan, mulai dari pertunjukan seperti pencak silat, badut dan yang paling menarik adalah Barongsai.

Enam Tahun Berbagi Kebahagiaan

Ketua Positive Community, Umi Diaz, menjelaskan bahwa kegiatan Miracle of Ramadan telah menjadi program tahunan hasil kerjasama pihaknya bersama Mercure Surabaya Grand Mirama yang terus berkembang. Ia mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun keenam penyelenggaraan.

"Jadi ini adalah acara Miracle of Ramadan dari Positive Community. Ini adalah tahun ke-6 di 2026," ujar Diaz, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, tujuan utama kegiatan itu adalah memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan penghafal Al-Qur’an, khususnya di bulan Ramadan.

“Di sini kita memuliakan dan membahagiakan mereka. Selain ada santunan, anak-anak juga dihibur dengan berbagai hiburan,” katanya.

Ia menambahkan, kebahagiaan anak-anak tersebut diharapkan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kita hanya ingin membahagiakan mereka. Dari kebahagiaan mereka itu insya Allah doa-doa kita nanti diaminkan oleh anak-anak langit.”

Jumlah Peserta Terus Meningkat

Jumlah peserta dalam kegiatan ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Umi Diaz menjelaskan bahwa awalnya kegiatan tersebut hanya diikuti puluhan anak, khususnya pada masa pandemi.

Seiring meningkatnya dukungan dari berbagai pihak, jumlah peserta pun bertambah hingga mencapai ratusan anak.

“Meningkat dari awal COVID-19 sekitar 30-an, lalu naik menjadi 100, 200, 300, sampai sekarang menginjak 500 anak di tahun 2026,” jelasnya.

Tahun ini, peserta tidak hanya terdiri dari anak yatim piatu, tetapi juga yatim biatu dan para penghafal Al-Qur’an. Para peserta juga mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas ransel sebagai bekal menjelang tahun ajaran baru.

Konsep Multietnis di Tengah Ramadan

Salah satu hal yang membuat kegiatan tahun ini terasa berbeda adalah hadirnya unsur keberagaman budaya dalam rangkaian acara. Selain hiburan badut dan pertunjukan seni bela diri, panitia juga menghadirkan pertunjukan barongsai yang identik dengan budaya Tionghoa.

Menurut Umi Diaz, konsep tersebut sengaja dihadirkan karena momentum bulan Ramadhan tahun ini memang bertepatan dengan Momen Imlek untuk menanamkan nilai toleransi kepada anak-anak sejak dini.

“Mengundang barongsai juga untuk menggandeng multi-etnis. Kebetulan Hari Raya Imlek dan Nyepi berdekatan dengan Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Ia berharap anak-anak dapat memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menghargai.

“Membiasakan anak-anak juga untuk saling mencintai dan menghargai satu sama lain," harapnya.

Dalam kegiatan itu, ratusan anak peserta tidak datang sendiri. Mereka dijemput oleh para relawan dari berbagai komunitas, termasuk komunitas mobil yang membantu proses transportasi.

Alhamdulillah kegiatan ini juga didukung komunitas mobil. Anak-anak dijemput oleh sahabat-sahabat dari komunitas mobil dan nanti pulang juga bersama mereka,” ujar Umi Diaz.

Keterlibatan berbagai komunitas ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial dapat menjadi ruang kolaborasi lintas kelompok masyarakat.

Apresiasi dari Kementerian Agama

Kegiatan santunan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui perwakilannya dari Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur.

Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (PENAIS ZAWA) Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Arwani, menyampaikan penghargaan kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia kegiatan santunan dan buka bersama 500 adik-adik yatim dan penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membantu meringankan beban anak yatim, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang tinggi.

“Mudah-mudahan kita bisa membantu meringankan beban anak-anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara konsisten, khususnya di wilayah Jawa Timur yang juga dikenal dengan keberagaman agama, suku dan etnis.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti hari ini bisa menjadi kegiatan yang istiqomah dilakukan secara rutin," tandasnya.

Bentuk Tanggung Jawab Sosial

Acara Miracle of Ramadan tahun ini digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Cluster General Manager (GM) Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang, Sugito Adhi, mengatakan pihaknya telah beberapa tahun bekerja sama dengan Positive Community dalam kegiatan santunan Ramadan.

“Ini kegiatan rutin tahunan untuk Mercure Surabaya yang bekerja sama dengan Positive Community. Sudah lima tahun kami berkolaborasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa hotel menyediakan tempat secara gratis sebagai bentuk kolaborasi sosial, yang mana langkah tersebut memang diambil sebagai wujud tanggung jawab dan kontribusi kepada masyarakat sekitar.

“Kami memberikan tempat untuk dibuat acara seperti ini. Memang kami tidak menarik biaya untuk kegiatan ini dari awal sampai akhir," ujar Adhi.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami paling tidak kami punya manfaat bagi warga sekitar, bagi masyarakat Surabaya Raya,” ujarnya.

Dengan melibatkan ratusan anak yatim, berbagai komunitas, serta dukungan dari sektor swasta dan pemerintah, Miracle of Ramadan 2026 menjadi contoh bagaimana kepedulian sosial dapat diwujudkan secara kolaboratif.

Di tengah suasana Ramadan yang tahun ini berdekatan dengan berbagai perayaan budaya dan keagamaan lainnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan sekadar realitas sosial, melainkan juga kekuatan untuk menghadirkan kebahagiaan bersama. (*)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow