Saksi Kunci Selamat, Polisi Mulai Temukan Titik Terang Kasus Maut Miras Oplosan di Junrejo

Membaiknya kondisi DW membuka peluang besar bagi polisi untuk mengurai misteri di balik pesta miras maut di Junrejo. Kesaksian satu-satunya korban selamat itu diperkirakan menjadi kunci utama untuk mengungkap sumber minuman oplosan, kandungan zat berbahaya, hingga kemungkinan adanya jaringan peredaran miras ilegal yang selama ini beroperasi secara tersembunyi di Kota Batu.

12 May 2026 - 18:00
Saksi Kunci Selamat, Polisi Mulai Temukan Titik Terang Kasus Maut Miras Oplosan di Junrejo
Kasi Polres Batu M Huda (PolresBatu/SJP)

KOTA BATU, SJP - Penyelidikan kasus tewasnya dua warga akibat dugaan minuman keras (miras) oplosan di kawasan Junrejo mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Polisi kini menunggu keterangan dari DW (40), satu-satunya korban selamat yang sebelumnya sempat kritis usai pesta minuman bersama dua rekannya.

Kasi Humas Polres Batu, M. Huda Rohman pada Selasa (12/5/2026) mengatakan bahwa DW saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Punten. Namun kondisinya dilaporkan mulai membaik setelah sebelumnya mengalami penurunan kondisi fisik akibat cairan yang diduga mengandung zat berbahaya.

"Intinya pihak kepolisian masih memprioritaskan pemulihan medis DW sebelum melakukan pemeriksaan secara intensif. kesaksian DW sangat penting untuk mengungkap secara utuh kronologi pesta miras maut yang menewaskan KJ (36) dan IH (29) di sebuah rumah kontrakan produksi tempe di Jalan Sarimun, Desa Beji," urainya.

Ia juga membeberkan bahwa DW masih dalam observasi medis. Akan tetapi kondisinya terus membaik dan kami dalam beberapa hari ke depan sudah bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasus ini sebelumnya menggemparkan warga Kota Batu setelah dua korban ditemukan meninggal dalam waktu berbeda usai mengonsumsi minuman berwarna putih kecokelatan.

Korban KJ ditemukan meninggal di rumahnya pada Senin (4/5/2026) malam. Sementara IH sempat menjalani perawatan darurat di RS Baptis Batu sebelum akhirnya meninggal dunia pada Selasa dini hari.

"Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga ketiganya mengonsumsi cairan campuran yang diracik di rumah kontrakan tersebut. Namun hingga kini, kandungan pasti zat di dalam minuman masih menunggu hasil uji laboratorium forensik Polda Jawa Timur," imbuhnya.

Selain memeriksa barang bukti berupa galon sisa cairan, mangkuk, gelas kaca, hingga ponsel korban yang berisi dokumentasi pesta minuman, penyidik juga terus menggali informasi dari warga sekitar lokasi kejadian.

Keterangan DW dipandang menjadi elemen paling menentukan dalam penyidikan. Polisi menduga saksi selamat itu mengetahui asal-usul minuman, proses peracikan, hingga kemungkinan adanya campuran bahan kimia tertentu yang memicu keracunan fatal.

"Polres Batu juga mulai mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi miras ilegal di wilayah Kota Batu. Sebab, kasus miras oplosan dinilai tidak hanya membahayakan individu, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow