Balita Tewas di Kediri Ternyata Tak Tercatat di Kartu Keluarga
Menurut keterangan tetangga, N dan kedua kakaknya tidak memiliki identitas resmi karena tidak mempunyai akta kelahiran dan tidak tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) sang ibu, H.
KOTA KEDIRI, SJP — Keluarga balita N, yang ditemukan meninggal dunia di rumah, rupanya tidak memiliki dokumen kependudukan yang lengkap.
Menurut keterangan tetangga, N dan kedua kakaknya tidak memiliki identitas resmi karena tidak mempunyai akta kelahiran dan tidak tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) sang ibu, H.
Melihat kondisi tersebut, pihak RT/RW setempat telah berupaya membantu melengkapi dokumen kependudukan, mulai dari KK hingga akta kelahiran. "Kalau kami sudah berusaha mencarikan identitas, kami juga mencarikan akta, mengurus di kelurahan, kami sudah membantu mencarikan Kartu Keluarga," tutur Ketua RW 06 Kelurahan Ngronggo, Baharuddin Yusuf, Kamis (16/04/2026).
Apalagi, dari tiga bersaudara tersebut, ada yang sudah memasuki usia sekolah. Akibat ketiadaan dokumen, bocah tersebut kesulitan untuk mengenyam pendidikan.
"Sebenarnya yang pertama sudah waktunya sekolah. Namun, pihak sekolah juga kesulitan karena akta kelahiran belum ada," ungkap Baharuddin.
Sayangnya, upaya-upaya tersebut sering menemui jalan buntu. Pasalnya, pihak keluarga tidak memberikan keterangan yang jelas terkait ketiga anak tersebut.
"Pihak keluarga juga terkadang mempersulit dalam memberikan identitas yang lebih lengkap," ungkapnya lagi.
Upaya untuk membantu keluarga itu sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. "Sudah lama, bahkan sebelum saya menjabat sebagai RW sudah dibantu untuk mencarikan akta kelahiran sampai pembuatan KK, sekitar enam bulan yang lalu," ujarnya.
N diketahui tinggal di rumah tersebut bersama nenek, ibu, ayah tirinya, serta dua orang kakak perempuan. Sang ibu mulai menetap di Lingkungan Baudendo, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, setelah merantau dari Pulau Sumatera.
"Anak yang dibawa pulang itu tiga, dan dibawa ke sini," pungkas Baharuddin.
Diberitakan sebelumnya, N ditemukan meninggal dunia di dapur rumahnya dengan kondisi luka cukup parah di pelipis mata dan memar di bagian perut. Kondisi N pertama kali diketahui oleh sang ibu setelah pulang bekerja.
Melihat kondisi anaknya, sang ibu kemudian meminta bantuan tetangga sekitar, yang selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Saat ditinggal ayah dan ibunya bekerja, N dan kedua kakak perempuannya berada di rumah bersama sang nenek, SL.
Hingga dini hari tadi, seluruh anggota keluarga N, termasuk ibu dan neneknya, tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

