RSUD Dr Soedomo Trenggalek Sulap Rooftop Jadi PLTS

Inovasi ini menjadi langkah nyata RSUD dr. Soedomo dalam mendukung penggunaan energi ramah lingkungan, sekaligus menciptakan efisiensi anggaran yang dapat dialihkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

24 Jul 2025 - 15:59
RSUD Dr Soedomo Trenggalek Sulap Rooftop Jadi PLTS
Seorang pekerja melakukan perawatan solar cell di intalasi PLTS Rsud dr Soetomo Trenggalek. (Istimewa)

TRENGGALEK, SJP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedomo Trenggalek kini mengambil langkah inovatif untuk menekan pengeluaran biaya listrik sekaligus mendukung energi ramah lingkungan.

Dengan memanfaatkan atap gedung atau rooftop, rumah sakit milik pemerintah daerah ini menyulap dua gedungnya menjadi tempat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Dua gedung yang telah dilengkapi dengan sistem panel surya tersebut adalah Gedung Utama dan Gedung Paviliun. Masing-masing gedung memiliki lebih dari 100 panel surya yang mampu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Total kapasitas daya dari dua PLTS tersebut mencapai sekitar 95 kilowatt peak (kWp).

Langkah ini dinilai sangat efektif untuk menekan beban biaya listrik rumah sakit yang cukup tinggi. Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana (IPS) RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Oktora Sandy, menjelaskan bahwa penggunaan energi terbarukan ini telah memberikan dampak positif secara signifikan.

“Di RSUD dr. Soedomo, kita ada dua titik panel surya atau PLTS. Di gedung sebelah utara kapasitasnya 40.000 watt atau 40 kWp, sedangkan di gedung baru tempat kita sekarang, kapasitasnya sekitar 55 kWp, dengan total sekitar 112 panel surya,” jelas Oktora.

Ia menambahkan bahwa pemasangan PLTS ini memberikan efisiensi pemakaian listrik hingga 20 hingga 25 persen. Bahkan, salah satu gedung yang menerima bantuan hibah dari Kementerian ESDM pada tahun 2020 dan mulai berjalan di tahun 2021 menunjukkan penurunan biaya listrik sebesar 20 hingga 22 persen.

“Dari sisi efektivitas memang sangat membantu. Ini salah satu bentuk energi terbarukan yang sangat menunjang penghematan efisiensi listrik di rumah sakit,” ungkapnya.

Menurut Oktora, sistem PLTS yang digunakan bersifat on-grid, yakni terintegrasi dengan sistem listrik PLN. Dengan demikian, saat kebutuhan listrik rumah sakit tidak dapat dipenuhi panel surya, sistem akan tetap terhubung ke jaringan PLN tanpa mengganggu operasional rumah sakit.

Dari sisi perawatan, sistem ini juga terbilang cukup sederhana dan tidak memerlukan teknologi tinggi.

“Untuk maintenance, kita lakukan rutin dua kali sebulan. Perawatannya hanya membersihkan panel surya dengan cairan seperti sabun atau detergen ringan,” terang Oktora.

Dengan hasil yang positif ini, pihak RSUD dr. Soedomo Trenggalek berencana untuk menambah jumlah panel surya di masa mendatang guna memperbesar kapasitas daya dan mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional.

Inovasi ini menjadi langkah nyata RSUD dr. Soedomo dalam mendukung penggunaan energi ramah lingkungan, sekaligus menciptakan efisiensi anggaran yang dapat dialihkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow