Robot Pemadam Jadi Teman Baru Damkar Surabaya di 2026, Cara Aman Taklukkan Medan Berisiko
Robot pemadam tersebut dikendalikan dari jarak jauh dirancang khusus untuk menjelajah medan ekstrem seperti gedung bertingkat, ruang bawah tanah, hingga kawasan industri dengan risiko ledakan atau paparan bahan kimia.
SURABAYA, SJP - Memasuki 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya punya wajah baru dalam barisan armadanya. Bukan lagi sekadar mobil pemadam dengan selang air, melainkan sebuah robot pemadam kebakaran yang kini siap turun ke medan berisiko tinggi.
Robot itu tidak hadir tiba-tiba, ia datang di penghujung tahun 2025 bersamaan dengan penguatan armada pemadam kebakaran Surabaya. Kehadirannya menandai langkah baru Damkar Surabaya yang kian mengandalkan teknologi untuk bekerja lebih aman, presisi, dan terukur.
Punya Fungsi, Bukan Sekadar Gimmick
Meski bentuknya tidak meniru makhluk hidup seperti manusia atau anjing, namun robot pemadam dengan bentuk menyerupai tank mini itu memiliki fungsi yang lebih praktikal, yaitu dirancang khusus untuk menghadapi kondisi yang risikonya terlalu tinggi bagi manusia.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menjelaskan bahwa robot pemadam tersebut dikendalikan dari jarak jauh dirancang khusus untuk menjelajah medan ekstrem seperti gedung bertingkat, ruang bawah tanah, hingga kawasan industri dengan risiko ledakan atau paparan bahan kimia.
“Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter," jelas Rini, Sabtu (10/1/2026).
"Jadi jika kondisinya sangat ekstrim, maka robot inilah yang akan dikirim terlebih dahulu sebelum personil pemadam diterjunkan," imbuhnya.
Tak hanya bergerak dan memantau keadaan, sesuai namanya, robot pemadam juga bekerja aktif memadamkan api. Air atau busa bisa disemburkan hingga jarak 90 meter, sembari sistem kamera dan sensor memantau kondisi di sekitar titik kebakaran.
"Robot ini dilengkapi kamera pendeteksi panas, sensor gas berbahaya, dan jangkauan kendali hingga 900 meter," tutur Rini.
Rekan Baru Damkar di 2026
Kehadiran robot pemadam itu menjadi bagian dari penguatan sistem penanganan kebakaran secara menyeluruh. Bersamaan dengan itu, DPKP Surabaya juga memperkenalkan satu unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat yang berfungsi sebagai pusat komando sekaligus fasilitas pendukung keselamatan petugas.
Mobil tersebut dilengkapi ruang kendali untuk memantau arah angin, suhu, hingga sebaran zat berbahaya di lokasi kebakaran.
"Mobil Hazmat ini dibekali perlengkapan medis canggih seperti Hyperbaric Chamber, alat dekontaminasi, serta APD lengkap dari level A hingga D," sebut Rini.
Fasilitas Hyperbaric Chamber memungkinkan petugas memulihkan kondisi tubuh setelah terpapar asap dan zat kimia berbahaya.
"Setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk untuk pemulihan oksigen," lanjut Rini.
Selain robot dan Mobil Hazmat, DPKP Surabaya juga menerima tambahan armada lain berupa tiga unit mobil pemadam Compress Air Foam System (CAFS) berkapasitas 3.000 liter dan dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter.
Keseluruhan armada itu menjadi bekal Damkar Surabaya menatap 2026 dengan kesiapan yang lebih matang. Dengan robot pemadam sebagai “rekan baru” di lapangan, petugas kini punya lapisan perlindungan tambahan saat menghadapi api di medan yang tak bersahabat. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

