Rektor UIN KHAS Jember Jadi Narasumber Kajian Islami Ramadan di TVRI Nasional

Memanfaatkan momentum Ramadan, Prof. Hepni menyampaikan gagasan strategis mengenai masa depan pendidikan Islam di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

28 Feb 2026 - 14:30
Rektor UIN KHAS Jember Jadi Narasumber Kajian Islami Ramadan di TVRI Nasional
Teks Foto:Rektor UIN KHAS Jember Saat Jadi Narasumber Kajian Islam di TVRI.(Humas)

JEMBER, SJP– Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Dr. H. Hepni, MM, C.PEM, hadir sebagai narasumber dalam program Kajian Islami yang diproduksi di Studio 7 TVRI Nasional, Jakarta.

Memanfaatkan momentum Ramadan, Prof. Hepni menyampaikan gagasan strategis mengenai masa depan pendidikan Islam di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. 

Dalam program tersebut, ia bersanding dengan Ketua Bidang Fatwa MUI, Prof. Dr. Asrorun Ni'am Sholeh, MA.

Proses pengambilan gambar dilakukan secara tapping (rekaman) dan dijadwalkan tayang sesuai dengan agenda siaran TVRI Nasional. Kehadiran Prof. Hepni dalam program ini dinilai memperkuat peran akademisi dalam ruang publik berskala nasional.

Dalam paparannya, Prof. Hepni menegaskan bahwa hakikat pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia.

"Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan peradaban manusia yang bermartabat. Pentingnya konsep insan kamil sebagai tujuan ideal pendidikan, yakni manusia yang paripurna dalam aspek spiritual, intelektual, dan sosial," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Lebih lanjut, Prof. Hepni menjelaskan bahwa pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan generasi ideal berkarakter ulil albab dan ulin nuha, yakni individu yang mampu berpikir kritis, mendalam, serta memiliki kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengupas tantangan pendidikan Islam di era digital.

Menurutnya, respons terhadap pesatnya teknologi tidak cukup hanya dengan peningkatan kemampuan akademik dan penguasaan digital. Generasi muda dinilai wajib memiliki akhlak mulia dan integritas tinggi atau karakter al-amin, yakni pribadi yang jujur, tepercaya, dan bertanggung jawab.

"Di tengah derasnya arus digital, pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bertahan dan kokoh secara moral serta spiritual," ungkapnya.

Kehadiran Rektor UIN KHAS Jember dalam program ini diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus arah baru bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia, terutama dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berintegritas. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow