Rawon Pak Pangat, Sajian Khas Surabaya yang Melegenda sejak 1969

Rawon Pak Pangat, kuliner khas Surabaya sejak 1969, terkenal dengan rawon suwir dan krengseng. Menunya bervariasi, rasanya khas, dan harganya terjangkau, membuatnya ramai pengunjung setiap hari.

27 Jul 2025 - 16:01
Rawon Pak Pangat, Sajian Khas Surabaya yang Melegenda sejak 1969
Pengunjung tengah menikmati hidangan Rawon Pak Pangat di Surabaya. (Beritasatu.com/SJP)

SURABAYA, SJP—Surabaya sebagai kota metropolitan di Jawa Timur dikenal memiliki beragam kuliner tradisional, salah satunya adalah rawon. Masakan berkuah hitam ini dibuat dari bumbu keluak yang memberikan cita rasa khas dan warna pekat yang unik.

Salah satu tempat yang terkenal menyajikan rawon khas Surabaya adalah Rawon Pak Pangat. Usaha kuliner ini pertama kali hadir di kawasan Pasar Wonokromo pada tahun 1969 dan hingga kini tetap eksis dengan sejumlah inovasi dalam penyajian menunya.

Keistimewaan dari Rawon Pak Pangat terletak pada cara mengolah daging sapinya. Daging tidak langsung dicampurkan ke dalam kuah rawon, melainkan dimasak terpisah menggunakan racikan bumbu khusus. Dengan demikian, setiap sajian nasi rawon menawarkan rasa yang lebih beragam dan kompleks.

Pengunjung dapat memilih dua jenis penyajian utama, yaitu menggunakan daging suwir atau daging krengseng. Daging suwir berasal dari empal goreng yang dimasak menggunakan bumbu tertentu, menghasilkan rasa yang manis dan gurih, dengan tekstur yang lembut dan sedikit berair saat disantap.

Sebaliknya, daging krengseng dimasak dengan kuah kental berbumbu petis udang dan diberi tambahan kentang. Menu rawon krengseng ini menjadi pilihan favorit pelanggan dan menjadi ciri khas utama dari Rawon Pak Pangat.

Tersedia juga varian lain, seperti rawon campur yang menggabungkan daging suwir dan krengseng dalam satu piring, menjadi salah satu hidangan unggulan. Untuk penggemar cita rasa yang lebih sederhana, tersedia pula menu rawon iga, di mana potongan iga digunakan sebagai pengganti empal.

"Menu di sini banyak variannya. Sejak awal 1969 memang menu yang disajikan hanya rawon suwir, rawon krengseng, dan juga nasi campur. Namun semakin tahun menu bertambah, seperti rawon ndeso dan juga rawon iga," kata Yudi, anak dari Pak Pangat, Minggu (20/7/2025). 

Satu porsi rawon campur disajikan lengkap dengan tahu bali, tempe goreng, tauge, sambal, dan telur asin sebagai pelengkap, memberikan pengalaman makan yang lebih beragam.

Harga menu di tempat ini cukup bersahabat bagi berbagai kalangan. Menu rawon iga yang menjadi sajian paling mahal dihargai Rp 50.000, sedangkan varian lainnya seperti rawon suwir atau krengseng dijual seharga Rp 40.000.

Setiap harinya, Rawon Pak Pangat dapat menjual hingga 1.000 porsi dari lima lokasi berbeda. "Untuk cabang kita ada lima, pertama di DTC Wonokromo, kedua di sini atau Ketintang, ketiga di Rungkut, keempat di Wisata Purimas, dan Delta Sari. Di cabang Ketintang ini bisa 200 porsi per hari," beber Yudi.

Salah satu pelanggan setia, Veni Oktorani, menyampaikan bahwa ia rutin datang bersama keluarganya setiap akhir pekan untuk menikmati sajian di kedai Ketintang.

"Saya sering makan disini terutama saat weekend. Anak saya suka karena rasanya enak dan dagingnya juga empuk. Menu andalan saya rawon suwir atau rawon campur krengsengan. Untuk harga sih worth it," akunya. (**)

Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow