Puluhan Santri di Trenggalek Dibekali Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri agar lebih cakap dalam mengelola media pesantren, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam dunia digital.

29 Oct 2025 - 21:04
Puluhan Santri di Trenggalek Dibekali Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial
Santriwati berdiskusi belajar menulis naskah dalam kegiatan pelatihan jurnalistik. (Beny/SJP)

TRENGGALEK, SJP - Puluhan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek, mendapat pembekalan khusus dalam bidang jurnalistik dan pengelolaan media sosial.

Pelatihan ini digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek, di Hall Kantor Kementerian Agama setempat pada Selasa (28/10/2025).

Menurut Direktur Media Center PCNU Trenggalek, Mohammad Abid Dzulfikar, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri agar lebih cakap dalam mengelola media pesantren, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam dunia digital.

Hal itu merupakan langkah adaptasi pesantren menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat, terutama di ranah media digital.

“Pelatihan jurnalistik hari ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Kita ingin pesantren punya tim media yang aktif dan terkoordinasi. Dari 42 pesantren di Trenggalek, ada sekitar 50 lembaga yang hadir dengan dua perwakilan santri masing-masing,” ujar Abid.

Abid menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan serupa yang telah digelar pada tahun 2023. Saat itu, sebanyak 175 santri sudah mendapatkan pelatihan dasar. Tahun ini, pihaknya berharap setiap pesantren dapat memiliki tim media yang tergabung dalam satu forum di bawah naungan PCNU Trenggalek.

“Setelah ini akan ada pelatihan rutin setiap satu hingga dua bulan sekali. Tidak hanya jurnalistik, tapi juga pelatihan desain foto, video, serta optimalisasi tiga platform utama yaitu Instagram, Facebook, dan TikTok yang paling banyak digunakan,” tambahnya.

Selain meningkatkan kemampuan literasi digital, pelatihan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepekaan santri dalam memfilter informasi serta melawan disinformasi dan misinformasi yang kian marak.

Salah satu peserta pelatihan, Ahmad Sodiq, santri dari Pondok Pesantren Al-Anwar Ngadirenggo, mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai. Ia menilai ilmu yang didapat sangat bermanfaat bagi pengembangan media pesantren di tempatnya belajar.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak ilmu, mulai dari jurnalistik, penulisan berita, sampai cara mengelola media sosial. Insyaallah semua akan kami terapkan di pondok,” ujarnya.

Menurut Ahmad Sodiq, media pesantren Al-Anwar sendiri telah aktif lebih dari tiga tahun dalam menyebarkan konten dakwah dan kegiatan santri di media sosial. Ke depan, peserta pelatihan juga akan mendapatkan pembekalan lanjutan terkait videografi dan fotografi untuk memperkaya konten media pesantren.

“Sekarang santri juga harus bergerak di media sosial, karena di sana ada ruang dakwah yang perlu kita isi,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya piawai mengaji dan berdakwah secara konvensional, tetapi juga tangguh dan cerdas dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman melalui dunia digital. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow