Puluhan Rumah Warga Tulungagung Rusak Diterjang Angin Kencang

Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Selasa sore tersebut berdampak di tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan. Kerusakan terparah terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu. Sebanyak 53 rumah dilaporkan terdampak di wilayah ini.

03 Mar 2026 - 22:41
Puluhan Rumah Warga Tulungagung Rusak Diterjang Angin Kencang
Petugas BPBD Tulungagung membersihkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Tulungagung, Selasa (3/3/2026) sore. Bencana hidrometeorologi tersebut berdampak di tujuh desa yang tersebar di empat kecamatan.

Sedikitnya 72 rumah warga mengalami kerusakan ringan, mayoritas pada bagian atap yang tersapu angin maupun tertimpa pohon tumbang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan peristiwa pertama terdeteksi sekira pukul 14.15 hingga 15.00 WIB di sejumlah titik berbeda.

“Pada hari Selasa, 3 Maret 2026, sekira pukul 15.00 WIB, telah terjadi bencana alam berupa hujan disertai angin kencang di beberapa wilayah Kabupaten Tulungagung yang mengakibatkan kerusakan pada atap rumah serta beberapa pohon tumbang,” ujar Sudarmaji.

Berdasar hasil asesmen petugas, di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, hujan deras dan angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Akibatnya, enam rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap.

“Untuk di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, terdapat enam rumah terdampak. Kerusakan berupa genteng dan esbes yang rontok akibat terjangan angin,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun warga sempat panik saat angin kencang menerpa permukiman mereka.

Bencana serupa juga terjadi di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, pada hari dan waktu yang sama. Angin puting beliung menyebabkan dua rumah warga rusak. Salah satu rumah milik Supri, warga Dusun Prayan, mengalami kerusakan cukup signifikan. Sebanyak 20 lembar esbes terbang dari atap rumah.

“Di Desa Sobontoro, dua rumah terdampak. Salah satunya rumah Pak Supri, asbes sebanyak 20 lembar terbang dari atap rumah. Salah satu material tersebut menimpa kepala saudara Arjuna dan mengakibatkan luka di bagian kepala,” terang Sudarmaji.

Kerusakan terparah terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Boyolangu. Hujan sangat deras disertai angin puting beliung sekira pukul 14.15 WIB menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga serta mematahkan tiang listrik.

Sebanyak 53 rumah dilaporkan terdampak di wilayah ini.

“Di Desa Tanjungsari, angin kencang menyebabkan pohon tumbang menimpa rumah warga dan tiang listrik patah. Total ada 53 rumah terdampak,” ungkapnya.

Petugas gabungan dari Forkopimcam, BPBD, dan PLN langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang serta penanganan jaringan listrik.

“Tindakan yang diambil, Forkopimcam bersama BPBD dan PLN bekerja sama melakukan pemotongan dan pembersihan pohon,” tambahnya.

Sementara itu, di Kecamatan Sumbergempol, tepatnya di Desa Sumberdadi, Desa Wonorejo, dan Desa Sambirobyong, hujan deras dan angin kencang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebanyak lima rumah warga mengalami kerusakan.

“Kerusakan rata-rata pada bagian atap rumah akibat angin kencang dan pohon tumbang,” jelas Sudarmaji.

Selain itu, di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, enam rumah warga juga terdampak. Mayoritas kerusakan berupa genteng dan esbes yang rontok tersapu angin.

Sudarmaji mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Jika ada pohon besar di sekitar rumah yang rawan tumbang, sebaiknya segera dilakukan pemangkasan,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow