Produksi Gula PG Modjopanggoong 2025 Kurang Optimal, Cuaca Jadi Penyebab Utama
Produksi gula di Pabrik Gula (PG) Modjopanggoong, Tulungagung, menurun drastis pada musim giling 2025. Penurunan ini dipicu oleh rendemen tebu yang anjlok akibat cuaca ekstrem.
TULUNGAGUNG, SJP — Pabrik Gula (PG) Modjopanggoong, Tulungagung, mencatatkan penurunan produksi gula harian. Kondisi ini terjadi selama musim giling 2025. Rendemen tebu tahun ini tercatat lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya, diduga akibat cuaca.
Pengolahan tebu rata-rata mencapai 31 ribu kuintal per hari, dengan produksi gula 2.000 kuintal. Angka ini lebih rendah. Selama 85 hari giling, PG Modjopanggoong memproduksi total 14.824 ton gula.
Selama periode tersebut, tebu yang digiling mencapai 231 ribu ton. Mayoritas tebu berasal dari petani lokal Tulungagung, disusul dari Blitar dan Trenggalek. Rendemen tebu berada di kisaran 6,5, menurun drastis dibanding tahun lalu yang mencapai 8.
General Manajer PG Modjopanggoong, Sugiyanto, membenarkan jika penurunan rendemen tahun ini dipengaruhi oleh cuaca. Musim hujan yang masih sering terjadi menyebabkan kualitas tebu menurun.
“Saya sampaikan untuk produksi gula, di PG Modjopanggoong tahun ini kurang lebih masih lebih rendah ya dibanding dengan tahun lalu karena memang situasi hujan dan sampai dengan hari ini pun di bulan pertengahan Agustus ini juga masih sering hujan,” ujar Sugiyanto, Jumat (15/8/2025).
Sugiyanto menjelaskan, rendemen pabrik sempat menyentuh angka 8,5 pada 2024. Namun, tahun ini angka tersebut hanya berada di kisaran 7 kecil. Meskipun demikian, jumlah tebu yang digiling meningkat sekitar 20 sampai 25 persen.
"Kalau tahun ini memang jumlah tebu meningkat karena bobot tebu mungkin bisa naik sekitar 20 sampai 25 persen dibanding tahun sebelumnya,” tambah Sugiyanto.
Dengan kondisi rendemen yang fluktuatif, produksi harian PG Modjopanggoong juga beragam. Sugiyanto menyebut, produksi per hari mencapai 2.000 kuintal. Jumlah tersebut tidak merata setiap hari.
"Untuk produksi per hari di PG Modjopanggoong itu sekitar 200 ton untuk hari-hari ini ya. Tergantung rendemen, tergantung kalau yang sekarang-sekarang ini sudah mencapai di 2000-an kuintal. Sebelum-sebelumnya ya kurang karena kan memang hari-hari ini kan sudah meningkat," jelas dia.
Meski menghadapi tantangan cuaca, PG Modjopanggoong tetap optimistis. Pabrik yang berada di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara itu menargetkan pengolahan tebu sebanyak 381 ribu ton. Tebu tersebut berasal dari lahan seluas 5.372 hektare.
Tahun 2024 lalu, PG Modjopanggoong berhasil mengolah 391 ribu ton tebu. Jumlah itu melampaui target 358 ribu ton dengan rendemen 8,53 persen. Prestasi tersebut menjadikan pabrik ini sebagai pencetak rendemen tertinggi.
“Kalau dari sisi target, kami tetap berusaha maksimal agar hasil musim giling tahun ini bisa optimal,” pungkas Sugiyanto. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

