Ratusan Warga Miskin di Kota Mojokerto Dapat Bantuan Rehab Rumah Rp21 Juta
Untuk menjaga transparansi dan mencegah potongan, uang bantuan sebesar Rp21 juta tersebut akan dikirim langsung ke rekening masing-masing warga penerima. Namun, penggunaannya sudah diatur dalam petunjuk teknis yang ketat.
KOTA MOJOKERTO, SJP — Sebanyak 118 warga berpenghasilan rendah di Kota Mojokerto akhirnya bisa bernapas lega. Rumah mereka yang sebelumnya tidak layak huni, kini segera diperbaiki menjadi tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman melalui Program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun 2026.
Ratusan warga penerima manfaat ini tersebar di tiga kecamatan se-Kota Mojokerto. Melalui program yang akrab disebut bedah rumah ini, masing-masing kepala keluarga akan menerima bantuan dana sebesar Rp21 juta.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, atau yang karib disapa Ning Ita, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk membantu masyarakat kecil agar memiliki hunian yang layak.
"Pemerintah ingin membantu warga yang rumahnya belum layak huni agar memiliki tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman. Lingkungan rumah yang sehat akan berpengaruh langsung pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga," ujar Ning Ita saat memberikan sosialisasi di Pendapa Sabha Kridatama, Rumah Rakyat, Rabu (17/6/2026).
Untuk menjaga transparansi dan mencegah potongan, uang bantuan sebesar Rp21 juta tersebut akan dikirim langsung ke rekening masing-masing warga penerima. Namun, penggunaannya sudah diatur dalam petunjuk teknis yang ketat.
Nilai nominal Rp17,5 juta wajib digunakan untuk membeli material atau bahan bangunan. Sementara Rp3,5 juta sisanya digunakan untuk membayar upah tukang atau tenaga kerja.
Karena program ini berbasis swadaya atau gotong royong, warga diharapkan ikut berpartisipasi. Jika biaya perbaikan rumah ternyata melebihi dana bantuan, warga diperbolehkan menambah kekurangan biaya tersebut secara mandiri, sesuai dengan kemampuan ekonomi dan tingkat kerusakan rumah masing-masing.
Agar warga tidak bingung dalam mengelola dana dan melakukan perbaikan, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan Tenaga Fasilitator Lapangan.
Petugas ini akan mendampingi para penerima bantuan di lapangan mulai dari awal hingga proses renovasi rumah selesai.
Ning Ita memastikan program kebaikan ini tidak akan berhenti di sini. Pemerintah berjanji akan terus mengadakan program bedah rumah setiap tahun selama masih ada warga miskin di Kota Mojokerto yang membutuhkan.
Selain mengandalkan dana APBD kota, Pemerintah Kota Mojokerto juga tengah memperjuangkan bantuan tambahan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar semakin banyak warga miskin yang terbantu.
"Bantuan bedah rumah ini akan terus ada setiap tahun selama masih ada warga yang rumahnya belum layak dan belum sehat. Bahkan untuk tahun depan, kami berharap jumlah warga yang dibantu bisa lebih banyak karena kami sedang mengusulkan tambahan dana dari pemerintah pusat," pungkasnya. (**)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

