Potensi Investasi Properti di Malang Barat, Dau Residence Tawarkan Hunian Strategis

Berdasarkan laporan Bank Indonesia melalui Indeks Harga Properti Residensial (IHPR), harga properti di berbagai kota di Indonesia mengalami tren kenaikan yang konsisten. Sementara itu, laporan Rumah123 mencatat adanya peningkatan minat masyarakat terhadap kawasan penyangga sebagai alternatif hunian sekaligus investasi.

14 Apr 2026 - 15:00
Potensi Investasi Properti di Malang Barat, Dau Residence Tawarkan Hunian Strategis
Ilustrasi kawasan lahan di Malang Barat yang ditawarkan sebagai investasi, dengan latar pemandangan kota dan pegunungan serta visual grafik pertumbuhan yang menggambarkan potensi kenaikan nilai properti. (Foto: Ai-generate)

MALANG, SJP — Tren kenaikan harga properti di Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Keterbatasan lahan di pusat kota, yang disertai meningkatnya permintaan hunian, mendorong harga properti terus bergerak naik.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia melalui Indeks Harga Properti Residensial (IHPR), harga properti di berbagai kota di Indonesia mengalami tren kenaikan yang konsisten. Sementara itu, laporan Rumah123 mencatat adanya peningkatan minat masyarakat terhadap kawasan penyangga sebagai alternatif hunian sekaligus investasi.

Di Kota Malang, kawasan Dau di Malang Barat mulai dilirik sebagai salah satu titik pertumbuhan baru. Letaknya yang strategis di jalur penghubung antara Kota Malang dan Kota Batu, serta didukung aktivitas pendidikan dan pariwisata, menjadi faktor pendorong perkembangan kawasan ini.

Kedekatannya dengan Universitas Muhammadiyah Malang, serta akses menuju destinasi wisata seperti Jatim Park dan Batu Night Spectacular, turut memperkuat daya tarik kawasan Dau sebagai lokasi hunian dan investasi.

Melihat potensi tersebut, Dau Residence yang dikembangkan oleh PT Begawan Development Properti hadir sebagai salah satu proyek hunian yang mengusung konsep kepemilikan berbasis investasi, dengan nilai tanah sebagai acuan utama.

Direktur PT Begawan Development Properti, Yuli Soehartono, menyebut bahwa tren pasar properti saat ini menunjukkan adanya pergeseran orientasi pembeli.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat masyarakat mulai lebih mempertimbangkan nilai tanah sebagai aset jangka panjang dibandingkan bangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan berkembang di Malang Raya secara umum mencatat pertumbuhan harga tanah berkisar antara 8 hingga 15 persen per tahun, tergantung pada lokasi dan aksesibilitas.

“Wilayah seperti Dau saat ini masih berada pada fase awal pertumbuhan, sehingga memiliki potensi kenaikan nilai yang cukup cepat di masa mendatang,” kata Yuli.

Seiring dengan semakin terbatasnya lahan di pusat kota, pergeseran permintaan ke kawasan penyangga diperkirakan akan terus berlangsung. Kondisi ini dinilai akan mendorong peningkatan nilai properti di wilayah tersebut dalam beberapa tahun ke depan. (**)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow