Pondok Modern Madinatu Ilmil Qur’an di Pasuruan Cetak Santri Berprestasi Hingga Tingkat Internasional
Meskipun baru berumur 3 tahun, Pondok Peaantren Madinatu Ilmil Qur'an bisa mencetak bibit prestasi hingga tingkat internasional.
PASURUAN, SJP — Pondok Modern Madinatu Ilmil Qur’an yang berdiri sejak 2023 terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis modern di Kabupaten Pasuruan, khususnya di Kecamatan Kejayan dan sekitarnya.
Kehadiran pondok pesantren ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan lembaga pendidikan Islam yang terstruktur, berasrama, serta berorientasi pada pembinaan karakter generasi muda secara menyeluruh.
Meski tergolong baru, dalam kurun waktu tiga tahun, Pondok Modern Madinatu Ilmil Qur’an telah mampu mencetak santri berprestasi, bahkan hingga tingkat internasional.
Pondok pesantren ini dirintis oleh KH Ifdholus Syarif bersama sejumlah rekan, dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan Islam yang memadai. Dengan tekad dan keyakinan kuat, pondok ini pun berdiri dan berkembang hingga saat ini.
Berlokasi di lahan wakaf seluas 3 hektare milik H Misbakhul Munir di Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, pondok ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Sebelum mendirikan pondok, KH Ifdholus Syarif diketahui pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
Salah satu pendamping pondok, H Mas’ud Hamzah, mengungkapkan bahwa lembaga tersebut telah melahirkan santri berprestasi yang membanggakan.
“Salah satunya adalah Radin Salsabila Fiqolbi, hafidzah muda asal Pasuruan yang lahir pada 9 Maret 2008 di Timika. Ia berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an, lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, serta meraih penghargaan dalam kompetisi bahasa Inggris tingkat internasional,” ujarnya.
Mas’ud menambahkan, Pondok Modern Madinatu Ilmil Qur’an tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga menyediakan pendidikan formal umum.
“Kami menyelenggarakan pendidikan mulai dari jenjang SMP hingga SMK bagi santri dan santriwati. Harapannya, mereka tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi di bidang pendidikan umum,” tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

