Polda Jatim Catat Operasi Ketupat Semeru 2024 Tekan Gangguan Kamtibmas dan Pelanggaran Lalu Lintas 43 Persen

Berdasarkan analisa dan evaluasi, Polda Jatim mencatat perbandingan dengan Operasi Ketupat 2023, terjadi penurunan 28,79% pada kasus gangguan kamtibmas, dari 1.900 kasus menjadi 1.343 kasus. Sedangkan pada tingkat pelanggaran lalu lintas pun turun 41,3%, dari 92 kasus menjadi 54 kasus.

17 Apr 2024 - 13:00
Polda Jatim Catat Operasi Ketupat Semeru 2024  Tekan Gangguan Kamtibmas dan Pelanggaran Lalu Lintas 43 Persen
Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto saat keterangan pers didampingi Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin, Rabu (17/4/2024). (Foto: Jefri Yulianto/SJP)

Surabaya, SJP - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Imam Sugianto, menyatakan keberhasilan Operasi Ketupat Semeru 2024 yang berlangsung selama 14 hari, dari 4 hingga 16 April 2024. Operasi ini fokus pada kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1445 H/2024, serta menjaga kondisi kamtibmas yang kondusif.

Operasi ini menunjukkan hasil yang positif dengan penurunan kasus gangguan kamtibmas dan pelanggaran lalu lintas.

Meskipun terjadi peningkatan kasus luka berat, angka kecelakaan berhasil ditekan hingga 43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Saya menyampaikan terima kasih atas mensukseskan PAM lebaran 2024 dan alhamdulillah berjalan aman dan tertib," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto, Rabu, 17 April 2024.

Selanjutnya juga diuraikan juga terjadi penurunan gangguan Kamtibmas dan pelanggaran lalu lintas di angka cukup signifikan.

Berdasarkan analisa dan evaluasi, Polda Jatim mencatat perbandingan dengan Operasi Ketupat 2023, terjadi penurunan 28,79% pada kasus gangguan kamtibmas, dari 1.900 kasus menjadi 1.343 kasus. Sedangkan pada tingkat pelanggaran lalu lintas pun turun 41,3%, dari 92 kasus menjadi 54 kasus.

Arus Mudik dan Balik Lancar

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin turut jelaskan bahwa jumlah kendaraan yang keluar dari Jawa Timur melebihi yang masuk. Data menunjukkan 92 ribu kendaraan keluar dari Jawa Timur, dibandingkan 89.388 kendaraan yang masuk.

Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, 91 ribu kendaraan keluar melalui jalur Ketapang ke arah Timur, dibandingkan 162 ribu kendaraan yang masuk. Di Pelabuhan Tanjung Perak, 4 ribu kendaraan keluar dan 8.700 kendaraan masuk, dengan 15 ribu penumpang keluar dan 78.200 penumpang masuk.

Data di stasiun kereta api menunjukkan 146 ribu pemudik keluar dari Stasiun Gubeng dan 147 ribu pemudik masuk. Di Stasiun Pasar Turi, 100 ribu pemudik keluar dan 117 ribu pemudik masuk.

Sedangkan di Bandara, 252 ribu pemudik keluar dari Jawa Timur dan 274 ribu pemudik masuk. Di Terminal Purabaya, 388.456 pemudik keluar dan 247.300 pemudik masuk.

Disebutkan terkait rinci data terhadap statistil penurunan angka kecelakaan meskipun terjadi peningkatan kasus luka berat, angka kecelakaan berhasil ditekan hingga 43 persen. 

Pada 2023, terjadi 1.055 kasus kecelakaan dengan 162 korban meninggal. Pada 2024, terdapat 604 kasus kecelakaan dengan 24 korban meninggal, menunjukkan penurunan 85%.

Sementara tercatat analisa terjadi di Polres Ngawi menjadi daerah dengan tingkat fatalitas kecelakaan tertinggi. Dua titik yang menjadi perhatian selama Operasi Ketupat Semeru 2024 adalah jalur Pantura mengarah ke Pantura dan titik lelah di KM 572 - 585.

Tak hanya itu, Kapolda Jatim juga sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Jawa Timur, TNI-Polri, dan Pemda atas dedikasi, kontribusi, dan kolaborasi mereka dalam Operasi Ketupat 2024.

Menurutnya, operasi ketupat semeru 2024 berjalan dengan sukses, dengan penurunan gangguan kamtibmas, pelanggaran lalu lintas, dan angka kecelakaan

"Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan operasi ketupat tahun ini berjalan tertib dan kondusif," pungkasnya.(*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow