PMK Kembali Mewabah di Trenggalek, 12 Ribu Ternak Divaksin Massal
Data dari Disnakkan Trenggalek menunjukkan eskalasi kasus pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 mencapai 29 ekor ternak yang terpapar. Dari total kasus tersebut, satu ekor ternak dilaporkan mati.
TRENGGALEK, SJP — Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Trenggalek bergerak cepat membentengi sektor peternakan menyusul kembalinya temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sebanyak 12.000 dosis vaksin mulai disuntikkan secara masif kepada komoditas sapi, kerbau, dan kambing milik warga guna memutus rantai penyebaran.
Data dari Disnakkan Trenggalek menunjukkan eskalasi kasus pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026 mencapai 29 ekor ternak yang terpapar. Dari total kasus tersebut, satu ekor ternak dilaporkan mati.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkan Trenggalek, Ririn Hari Setiani, mengonfirmasi bahwa pasokan vaksin merupakan alokasi langsung (dropping) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Minggu lalu kami menerima 12.000 dosis vaksin khusus sapi dari provinsi. Mulai hari ini, petugas sudah turun ke lapangan untuk mengaplikasikan vaksinasi tersebut," ujar Ririn kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Guna memastikan cakupan vaksinasi maksimal, pemerintah daerah menerjunkan tujuh tim teknis yang bekerja dengan sistem door-to-door. Tim tersebut dijadwalkan menyisir kandang-kandang peternak selama 40 hari kerja ke depan.
"Tujuh tim sudah bergerak sejak Senin kemarin. Tahap awal ini akan berlangsung selama 40 hari, dan rencananya akan kami lanjutkan kembali pada gelombang berikutnya di bulan Maret," jelas Ririn.
Meski tren kasus saat ini dilaporkan lebih landai dibandingkan awal tahun 2025 sebelum adanya intervensi vaksin, pihak dinas tetap melakukan pengobatan intensif terhadap ternak yang masih berstatus positif.
Di tengah upaya mitigasi ini, pemerintah menghadapi kendala sosiologis berupa penolakan dari sebagian pemilik ternak. Ririn mengakui masih ada warga yang enggan hewan ternaknya divaksinasi meski layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma.
"Kami mengimbau para peternak untuk lebih kooperatif. Vaksinasi ini krusial untuk membentuk herd immunity pada ternak. Selain itu, kebersihan sanitasi kandang harus tetap menjadi prioritas utama," tandasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

