Penuaan dan Kehamilan Melemahkan Otot Panggul, Ini Kata Dokter

Otot panggul wanita bisa melemah akibat usia dan kehamilan. Deteksi dini dan senam kegel dianjurkan untuk mencegah gangguan.

31 May 2025 - 11:05
Penuaan dan Kehamilan Melemahkan Otot Panggul, Ini Kata Dokter
Berkurangnya kekuatan otot panggul pada wanita dapat berdampak pada kemampuan otot dalam menopang organ-organ vital seperti rahim dan usus. (Freepik.com/Senivpetro)

SUARAJATIMPOST.COM - Spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr Fernandi, menjelaskan bahwa penuaan dan kehamilan dapat memengaruhi kekuatan otot panggul pada wanita.

Menurutnya, melemahnya otot panggul dapat berdampak pada kemampuan tubuh dalam menopang organ-organ penting, seperti rahim dan usus.

“Sebetulnya sepanjang perempuan semakin menginjak usia lanjut, hormon sudah habis. Ini sudah melemah semua organ-organnya, termasuk pelemahan otot panggul,” ujar dr Fernandi di Jakarta, dikutip dari  Beritasatu.com, Jumat (30/5/2025).

Secara anatomi, otot panggul pada wanita bertugas menjaga posisi berbagai organ vital di bagian bawah tubuh, termasuk rahim dan usus besar. Selain itu, otot ini juga berperan penting dalam mendukung beban selama masa kehamilan.

“Otot tersebut saat proses persalinan harus meregang supaya bayinya lahir,” jelasnya.

Namun, jika bayi yang dikandung berukuran besar, yakni di atas 3,5 hingga 4 kilogram, maka peregangan otot panggul bisa melebihi batas normal. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hingga 30 persen dari fungsi otot tersebut.

Untuk mengurangi risiko ini, dr Fernandi menganjurkan pemeriksaan dini menggunakan alat ultrasonografi (USG).

“Pelemahan otot panggul dapat diatasi salah satunya dengan deteksi dini melalui USG dan melakukan senam otot dasar panggul atau yang dikenal dengan senam kegel hingga terapi medis,” kata dr Fernandi.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin bagi perempuan yang pernah melahirkan, baik secara normal maupun dengan operasi caesar.

"Sebaiknya dilakukan deteksi dini dan itu sudah dilakukan semenjak baru melahirkan anak pertama. Ini saja sudah menyebabkan 30 persen pelemahan. Jadi ada baiknya untuk rutin berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan sedini mungkin setelah punya bayi," pungkasnya. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow