Pengakuan Gangster Gresik yang Tertangkap Polisi: Hanya Ikut-ikutan

Beginilah pengakuan dua anggota gengster yang tertangkap Polres Gresik. Mereka hanya ikut-ikut dalam aksi tawuran yang disertai penggunaan sebilah clurit.

09 May 2025 - 14:32
Pengakuan Gangster Gresik yang Tertangkap Polisi: Hanya Ikut-ikutan
Dua remaja dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus gangster yang menganggu ketertiban umum di Mako Polres Gresik, Jumat (9/5/2025). (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Dua remaja dihadirkan dalam rilis pengungkapan kasus gangster yang menganggu ketertiban umum di Mako Polres Gresik, Jumat (9/5/2025).

Pengakuan dua remaja berinisial M. TAZ (17), warga Gadung, dan ARW (16), warga Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, hanya ikut-ikutan tergabung dalam gangster.

Mereka ditangkap Tim Raimas Kalam Munyeng dari Sat Samapta Polres Gresik saat patroli malam yang digelar di wilayah Kecamatan Randegan Sari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Kamis (8/5/2025) dini hari.

"(Motif) Hanya ikut-ikut," kata keduanya, saat tanya jawab dengan Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro.

Dalam kesempatan itu, keduanya mengaku kapok ikut tergabung dalam anggota gangster. Keduanya berjanji untuk tidak mengulangi kembali dalam aksi gangster tawuran yang menggunakan senjata tajam.

Menurut Kompol Danu, keduanya ditangkap jajaran Tim Raimas Kalam Munyeng Polres Gresik beserta sebilah clurit panjang. Senjata tersebut dibawa keduanya saat  berencana tawuran dengan gangster lain di wilayah Surabaya. 

Ia menyebut, keduanya disangkakan mengganggu ketertiban umum. Mereka akan dibina Polres Gresik dengan cara sepiritual keagamaan. Pihaknya menghadirkan ustaz untuk pembinaan dakwah spiritual agama dan salat taubat.

"Setelah dibina mereka akan dikembalikan kepada orang tua," ujar Kompol Danu. 

Sehubungan dengan aktivitas gangster yang meresahkan masyarakat, Polres Gresik mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak dan remaja saat malam hari. 

Masyarakat diharapkan bisa segera melapor kepada yang berwenang ketika melihat gerombolan yang mencurigakan dan kegiatan yang mengarah ke kekerasan.

"Berikutnya tanamkan nilai-nilai keluarga seperti pentingnya etika dan toleransi tidak terprovokasi media sosial yang mengacu permusuhan antar kelompok," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow