Pemuda Kediri Ditemukan Linglung usai 3 Hari Hilang di Sungai Brantas Tulungagung
Dicari ramai-ramai, disangka tenggelam, ternyata lagi cari ketenangan karena gagal nikah. Air sungai mungkin tak menyembuhkan, tapi cukup dalam untuk menyembunyikan luka hati yang tak sempat tersampaikan.
TULUNGAGUNG, SJP — Setelah tiga hari dinyatakan hilang di Sungai Brantas, Gunawan (29), warga Desa Krandang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh warga setempat.
Dia ditemukan pada Rabu (6/8/2025) siang, di Desa Batokan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Saat ditemukan, kondisinya lemas, linglung, dan tidak mampu berbicara lancar.
Gunawan dilaporkan hilang sejak Ahad malam saat memancing di Sungai Brantas wilayah Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru. Dia diduga hanyut terbawa arus deras sungai.
Tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Tim menyisir bantaran Sungai Brantas hingga radius 25 kilometer dari titik awal hilangnya korban, menggunakan perahu karet dan peralatan deteksi lainnya selama tiga hari berturut-turut.
Komandan Tim Operasi Pencarian dari Basarnas, Kristyawan, menjelaskan kronologi penemuan korban yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di belakang rumah warga dekat tepian sungai.
“Alhamdulillah di hari ketiga ini untuk pencarian atas nama Mas Gunawan sudah diketemukan dengan kondisi selamat. Dari jarak LKK sampai dengan ditemukannya Mas Gunawan kurang lebih 1,5 kilometer,” ujarnya.
Menurut Kristyawan, korban ditemukan dalam kondisi fisik lemah dan pikiran kacau. Dia diduga mengalami tekanan psikologis dan sempat mencoba menyeberangi sungai sebelum akhirnya terselamatkan.
Gunawan segera dievakuasi ke kantor desa setempat untuk mendapatkan perawatan sementara. Pihak keluarga juga telah diberi informasi terkait kondisi dan keberadaan korban.
“Indikasinya Mas Gunawan mencoba menyeberangi sungai. Untungnya berhasil bertahan sampai ditemukan,” tambah Kristyawan dalam keterangannya kepada wartawan usai operasi pencarian ditutup.
Keterangan tambahan datang dari Luluk (47), warga Desa Ngujang. Dia mengaku sempat melihat Gunawan sehari sebelumnya, duduk termenung di plengsengan Sungai Brantas dengan tatapan kosong.
“Saya ketemu. Dia sehat, cuma pikirannya bingung. Katanya mau menikah tapi tidak disetujui orang tua. Ingin ketemu ibunya yang pisah sejak kecil. Saya ajak ke rumah, kasih makan dan rokok. Setelah itu, dia malah kembali ke sungai dan berenang lagi,” tutur Luluk.
Saat itu, Luluk tidak tahu bahwa pemuda yang dia temui merupakan orang yang tengah dicari tim penyelamat. Dia mengira Gunawan hanya pemancing yang sedang bersantai di pinggir sungai.
“Kalau saya tahu dari awal, pasti saya tahan. Tapi tetangga bilang yang dicari itu orang yang sudah meninggal. Jadi saya tidak kepikiran,” ujarnya sambil menyesali situasinya.
Meski akhirnya ditemukan selamat, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi warga agar lebih waspada terhadap lingkungan dan memberi perhatian pada kondisi psikologis orang sekitar yang terlihat bermasalah.
Usai diserahterimakan dari tim pencarian, Gunawan langsung dipulangkan ke rumah oleh keluarganya untuk mendapat penanganan medis serta pendampingan psikologis secara intensif di bawah pengawasan keluarganya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

