Dua Bulan Hilang Saat Demo Agustus, Jenazah Demonstran Reno Dimakamkan di Surabaya

Jenazah demonstran Reno Syahputra, yang sempat hilang saat kerusuhan di Jakarta, akhirnya dimakamkan di Surabaya setelah dua bulan pencarian dan proses identifikasi DNA kerangka yang ditemukan terbakar di Gedung ACC Kwitang, Jakarta.

09 Nov 2025 - 15:37
Dua Bulan Hilang Saat Demo Agustus, Jenazah Demonstran Reno Dimakamkan di Surabaya
Isak tangis keluarga saat pemakaman Reno di TPU Putat Gede Surabaya (Istimewa)

SURABAYA, SJP — Jenazah Reno Syahputra Dewo, korban hilang saat demonstrasi di Jakarta pada akhir Agustus lalu, akhirnya tiba di kampung halamannya, Surabaya. Setelah disemayamkan di rumah duka Jalan Kampung Malang Utara I/20 B, jenazah Reno dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Putat Gede “Jarak” Surabaya, Minggu (9/11/2025).

Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman yang dihadiri keluarga, kerabat, dan rekan kerja. Isak tangis pecah ketika peti jenazah diturunkan ke liang lahat sekitar pukul 10.30 WIB.

Reno Syahputra Dewo sebelumnya dilaporkan hilang sejak 29 Agustus 2025, bertepatan dengan aksi demonstrasi besar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Pada hari yang sama, seorang mahasiswa bernama Muhammad Farhan Hamid juga dilaporkan hilang dalam peristiwa serupa.

Setelah dua bulan pencarian tanpa hasil, pada 30 Oktober 2025, aparat menemukan dua kerangka manusia dalam kondisi terbakar di Gedung Astra Credit Company (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, yang hangus dalam insiden kerusuhan tersebut.

Hasil tes DNA Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri yang diumumkan 7 November 2025 memastikan bahwa kedua jenazah tersebut adalah Reno dan Farhan. Polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan keduanya diduga meninggal akibat kebakaran di dalam gedung.

Sosok Reno di Mata Keluarga

Reno adalah anak sulung dari dua bersaudara, putra pasangan Mochammad Yasin dan Rita Shipiwelas Ningrum. Selama tiga tahun terakhir ia tinggal di Jakarta, bekerja di Astra Otoparts Group, kawasan Cikarang. Ia dikenal pendiam, tertutup, dan jarang bepergian.

Paman korban, Jemmy Yunianto (44), mengatakan keluarga tidak pernah menyangka Reno bisa terlibat dalam aksi demonstrasi.

"Nggak tahu kenapa di saat demo itu kok dia mungkin ada rasa ketertarikannya ya, karena nggak pernah lihat demo besar di Surabaya atau apa. Reno itu orangnya mageran, nggak pernah mau ke mana-mana," ujar Jemmy di Surabaya, Minggu (9/11/2025).

Keluarga terakhir kali berkomunikasi dengan Reno pada 29 Agustus 2025, hari yang sama ia dinyatakan hilang. Saat itu, Reno hanya meminta uang makan kepada ayahnya.

"Tanggal 29 itu minta transfer uang menurut ayahnya, cuma Rp 50.000 buat beli makan," kata Jemmy.

Setelah itu, komunikasi terputus total. Pihak keluarga melapor ke polisi setelah dua hari tak bisa menghubunginya. Hingga akhirnya muncul dugaan bahwa kerangka yang ditemukan di gedung ACC Kwitang merupakan Reno dan Farhan.

Setelah hasil identifikasi DNA dan dikonfirmasi bahwa dua kerangka itu merupakan Reno dan Farhan, jenazah Reno dipulangkan dari Jakarta ke Surabaya. Peti jenazah tiba di rumah duka Sabtu (8/11/2025) malam sekitar pukul 19.30 WIB, disambut isak tangis keluarga.

"Keluarga juga tidak ada firasat apa pun tentang kepergiannya. Kami juga telah mengikhlaskan," ujar Jemmy mewakili keluarga.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga pemakaman.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada institusi polisi yang sudah mengawal kasus hilangnya keponakan saya dari bulan Agustus sampai ditemukan hingga dikebumikan hari ini," katanya.

"Sampai pada pemakaman hari ini, semuanya berjalan dengan lancar. Mungkin berkat doa dari teman-teman, sahabat Reno, dan rekan-rekan media juga," lanjut Jemmy.

Bagi keluarga, Reno dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak banyak bicara dan fokus bekerja. Selama tiga tahun di Jakarta, ia jarang pulang. Terakhir kali ia berkumpul bersama keluarga adalah saat Idul Fitri 2024.

Kini, meski duka masih terasa, keluarga mengaku telah mengikhlaskan kepergian Reno dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan lanjutan kepada pihak berwenang. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow