Pemkab Probolinggo Ajukan Revitalisasi SDN Sumberkare 1 yang Ambruk
Pasca insiden ambruknya atap kelas di SDN Sumberkare 1, Wonomerto, Disdikbud Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan mengajukan perbaikan ke Kemendikdasmen. Tak hanya satu kelas, rencana perbaikan mencakup 3 ruang kelas sekaligus demi keamanan siswa!
PROBOLINGGO, SJP - Insiden ambruknya atap ruang kelas di SDN Sumberkare 1, Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, pada Kamis petang (15/1/26), langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Upaya pemulihan fasilitas pendidikan tersebut kini tengah memasuki tahap pengajuan bantuan ke pemerintah pusat. Langkah ini diambil guna memastikan sarana belajar mengajar bagi 87 siswa di sekolah tersebut dapat kembali normal dan aman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Probolinggo, Hari Tjahjono, menerangkan, jika pihaknya telah mendaftarkan SDN Sumberkare 1 dalam daftar usulan perbaikan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Proyek ini diproyeksikan akan berjalan melalui program revitalisasi nasional jika mendapatkan persetujuan dalam waktu dekat.
Dalam penjelasannya, Hari Tjahjono menekankan bahwa SDN Sumberkare 1 merupakan salah satu dari sekian banyak institusi pendidikan yang membutuhkan perhatian serius tahun ini.
"Untuk perbaikan sudah kami usulkan pada tahun ini melalui program revitalisasi ke Kemendikdasmen, bersamaan dengan 139 sekolah lainnya di Kabupaten Probolinggo," jelas Hari saat memberikan keterangan resmi terkait langkah strategis dinas, Sabtu (17/1/2026).
Rencana perbaikan ini nantinya tidak akan dilakukan secara parsial hanya pada ruang kelas 2 yang mengalami kerusakan terparah. Mengingat struktur atap yang saling menyambung, perbaikan total akan mencakup tiga ruang kelas sekaligus guna menjamin keamanan struktural bangunan secara jangka panjang. Kepastian pengerjaan fisik sangat bergantung pada lampu hijau dari kementerian.
"Harapan kami usulan ini dapat segera disetujui oleh Kemendikdasmen dalam waktu dekat," tambah Hari Tjahjono dengan penuh optimisme.
Diinformasikan sebelumnya, peristiwa ambruknya atap tersebut terjadi pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Beruntung, saat material bangunan runtuh, kegiatan belajar mengajar telah usai dan seluruh siswa maupun guru sudah kembali ke rumah masing-masing. Meski tidak ada korban jiwa, dampak fisik bangunan cukup signifikan, terutama pada ruang kelas 2 serta sebagian ruang kelas 1 dan 3.
Jika usulan revitalisasi ini disetujui tahun ini, pengerjaan diharapkan bisa segera dimulai untuk mencegah kendala lebih lanjut pada proses akademik. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan pengajuan tersebut dikawal ketat agar SDN Sumberkare 1 mendapatkan prioritas dalam anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2026. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

