Pembongkaran Makam di Perum ABR Gresik Tuai Kontroversi

Kuburan yang diyakini sebagai makam Syakh Mohammad Nur itu dibongkar lantaran diduga fiktif dan berdiri di atas lahan milik PT. Semen Indonesia.

23 Sep 2023 - 09:30
Pembongkaran Makam di Perum ABR Gresik Tuai Kontroversi
Para peziarah di makam Syakh Mohammad Nur

Kabupaten Gresik, SJP – Pembongkaran makam yang berada di kawasan Telogo Dowo sekitar Perumahan Alam Bukit Raya ( ABR) Desa Suci Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik menuai kontroversi.

Kuburan yang diyakini sebagai makam Syakh Mohammad Nur itu dibongkar lantaran diduga fiktif dan berdiri di atas lahan milik PT Semen Indonesia.

Namun setelah dibongkar, banyak para peziarah yang datang dan mengelar istighotsah di sekitar makam.

Mereka bahkan datang tak hanya dari Jawa Timur. Namun, banyak yang datang dari luar Jawa Timur seperti Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

Para peziarah pun terpaksa melakukan istighotsah di atas puing-puing lahan makam yang sudah dibongkar dengan gelaran alas tikar dan peralatan seadanya.

Bahkan, jemaah istighosah harus menarik kabel dari rumah warga ABR yang berdekatan dengan makam untuk penerangan.

Semula, Makam Syakh Mohammad Nur yang berada di atas lahan milik perusahaan BUMN tersebut dibongkar lantaran diduga fiktif.

Camat Manyar Zainul Arifin mengungkapkan, makam tersebut dibuat oleh sekelompok orang 2 bulan lalu.

“Jadi awalnya ada sejumlah orang membuat makam di situ. Memasang baru nisan dan rumah, termasuk jalan,” ujarnya.

Zainul membeberkan, sejumlah orang tersebut membuat makam karena meyakini ada jenazah yang dikuburkan dan ditandai dengan batu di areal tersebut.

Padahal, warga sekitar tidak ada yang mengetahui jika di tempat tersebut pernah ada seseorang meninggal lalu dimakamkan, termasuk pemilik lahan yakni PT Semen Indonesia.

“Pihak PT Semen Indonesia yang tau tidak ada orang yang dimakamkan disana minta agar dibongkar,” terang dia.

Namun belakangan, pembongkaran makam tersebut menuai sorotan. Salah satunya dari tokoh sejarawan Muchammad Toha, dia menyesalkan pembongkaran makam tersebut yang dinilai tergesa-gesa.

Toha mencontohkan kasus rencana pembongkaran makam di depan Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gresik.

Selama ini warga Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, mengenal makam tersebut sebagai Makam Raden Supeno, yang merupakan salah satu sesepuh tokoh masyarakat dan panutan warga.

"Saat akan dibongkar waktu itu, warga Ngipik marah. Ramai. Akhirnya makam tidak jadi dibongkar," kata Toha.

Sejarawan asli Gresik ini pun akan menelusuri keberadaan makam yang diyakini sebagai makam Syakh Mohammad Nur Alamsyah. (*)

Editor : Noordin

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow