PDI Perjuangan Ingatkan Soal Kehati-hatian Pemberian Gelar Pahlawan

Pada hari kedua berada di Blitar, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan pesan terkait dengan wacana pemberian gelar pahlawan nasional. Melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Megawati berpesan harus berhati-hati.

01 Nov 2025 - 20:19
PDI Perjuangan Ingatkan Soal Kehati-hatian Pemberian Gelar Pahlawan
Sekertaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai mendampingi Megawati Soekarnoputri berziarah di Makam Bung Karno. (Foto:Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Usai mendampingi Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menjadi keynote speaker pada kegiatan seminar peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika, di Auditorium Perpustakaan Bung Karno dan berziarah di Makam Ir Soekarno, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menemui awak media.

Saat ditanya mengenai wacana pemberian gelar pahlawan nasional, Hasto menyampaikan pesan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyebutkan bahwa sosok pahlawan bukan hanya sekedar tokoh bersejarah. Namun, juga menjadi simbol ideal tentang bagaimana bangsa Indonesia dibangun.

"Pahlawan itu harus memiliki terobosan, peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta perjuangan bagi nilai-nilai kemanusiaan," ucapnya, Sabtu (1/11/2025).

Menurut Hasto, bagi Megawati Soekarnoputri yang merupakan putri Presiden Pertama RI Ir Soekarno, pahlawan sejati merupakan figur yang menjadi suri tauladan bangsa.

Karena itulah, Megawati berpesan agar pemberian gelar pahlawan nasional dilakukan dengan kehati-hatian. Artinya, dengan mempertimbangkan kepeloporannya, suara rakyat, serta keteladanan yang relevan bagi perjuangan generasi masa kini dan mendatang.

"Gelar pahlawan harus diberikan secara hati-hati," kata dia.

Terkait dengan wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto, Hasto menyampaikan bahwa PDI Perjuangan mendengar berbagai masukan dari masyarakat sipil, akademisi, hingga pegiat hak asasi manusia.

"Ada catatan-catatan pelanggaran HAM yang disampaikan, termasuk oleh Pak Mahfud MD. Itu menjadi salah satu pertimbangan penting bagi sikap PDI Perjuangan. Seperti pesan Ibu Mega, jangan begitu mudah memberikan gelar pahlawan," imbuhnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow