PDBR Tembus 849 Triliun: BPS Catat Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,12 Persen Semester I 2025

Ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,12 persen semester I 2025, ditopang lonjakan jasa perusahaan, ekspor, dan proyek strategis seperti tol Probowangi serta pengembangan KEK.

05 Aug 2025 - 22:16
PDBR Tembus 849 Triliun: BPS Catat Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,12 Persen Semester I 2025
Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,12 persen sepanjang semester I (Januari -Juni) 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara cumulative to cumulative (c-to-c). 

Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli mengungkapkan bahwa capaian tersebut mencerminkan tren pemulihan ekonomi yang konsisten dan merata sejak awal tahun.

"Pertumbuhan ekonomi Jatim secara c-to-c mencapai 5,12 persen. Ini menandakan bahwa proses pemulihan ekonomi berjalan stabil dan inklusif," ungkap Zulkipli, Surabaya, Selasa (5/8/2025).

Menurut Zulkipli, capaian tersebut dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp849,30 triliun.

Hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor pengadaan air yang mengalami kontraksi tipis sebesar 0,23 persen.

"Pertumbuhan signifikan terjadi pada lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 9,14 persen, diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 8,29 persen, penyediaan akomodasi dan makan-minum sebesar 7,85 persen, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,03 persen," jelas Zulkipli.

Dari Sisi Pengeluaran

Pertumbuhan juga terlihat dari sisi pengeluaran. Komponen ekspor barang dan jasa menjadi penyumbang tertinggi dengan pertumbuhan 6,88 persen. Disusul oleh Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 6,47 persen.

Kemudian, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,98 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,18 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 0,58 persen.

Zulkipli menyebut, dorongan terhadap ekspor dan konsumsi masyarakat salah satunya berasal dari berbagai proyek strategis yang tengah berjalan, seperti pembangunan jalan tol Probowangi dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Namun, perlu dicatat bahwa impor barang dan jasa juga mengalami pertumbuhan 6,11 persen. Ini menjadi faktor pengurang dalam perhitungan PDRB," tambahnya.

Posisi Jawa Timur di Pulau Jawa

Secara spasial, struktur ekonomi di Pulau Jawa masih didominasi oleh DKI Jakarta dengan kontribusi sebesar 29,17 persen terhadap PDRB regional, disusul oleh Jawa Timur sebesar 25,36 persen, Jawa Barat 22,55 persen, Jawa Tengah 14,43 persen, Banten 6,94 persen, dan DI Yogyakarta 1,55 persen.

Dari sisi pertumbuhan year-on-year (y-on-y) pada Triwulan II-2025, DI Yogyakarta mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,49 persen, diikuti Banten 5,33 persen, Jawa Tengah 5,28 persen, Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 5,23 persen, serta DKI Jakarta sebesar 5,18 persen.

"Secara umum, akselerasi ekonomi di Pulau Jawa masih ditopang oleh tingginya permintaan baik dari pasar domestik maupun ekspor," tutup Zulkipli. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow