Paparan Mikroplastik di Ibu Hamil, Dokter Beri Saran Konsumsi Antioksidan
Paparan mikroplastik telah ditemukan didalam tubuh ibu hamil, melalui riset sampel air ketuban dan urine. Dari sebanyak 42 sampel ibu hamil yang tersebar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, seluruhnya dinyatakan terpapar mikroplastik dengan jumlah yang berbeda-beda.
GRESIK, SJP —Penggunaan plastik sepertinya tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi para ibu hamil. Riset dari Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) menyatakan, bahwa paparan mikroplastik itu terlihat di air ketuban dan urin ibu hamil.
Akademisi UNAIR, dr. Lestari Sudaryanti, mengakui penggunaan plastik sudah sangat tidak bisa dihindari, karena kondisi itu melekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat hanya bisa membatasi. Ia menyebut, hidup bersih dan sehat menjadi kunci menjauhkan diri dari paparan mikroplastik.
Konsumsi antioksidan juga menjadi saran penting untuk mengeluarkan partikel mikroplastik didalam tubuh. "Kalau kita mengikuti bahwa proses yang terjadi mekanisme molekuler apa yang ada di dalam tubuh itu adalah stres oksidatif, maka kita bisa mengkonsumsi antioksidan. Antioksidan itu enggak harus pil, tetapi buah-buahan segar, sayur hijau yang berwarna," kata Lestari, Minggu (30/11/2025).
Lestari menyampaikan, hendaknya masyarakat juga bisa memilih makanan-makanan yang tinggi serat. Pemilihan makanan berserat itu bertujuan untuk membantu organ sistem pencernaan mengeluarkan mikroplastik dari dalam tubuh.
"Jadi risetnya juga sudah ada laporan, feses manusia juga ada yang sudah mengandung mikroplastik. Tapi sebenarnya itu menunjukkan bahwa kita bisa mengeliminir mikroplastik itu dari dalam tubuh," jelas peneliti mikroplastik yang juga merupakan dosen Prodi Kebidanan FK UNAIR.
Lanjut dia, bahwa mikroplastik dapat masuk kedalam tubuh tidak hanya melalui udara. Tetapi juga, mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan permukaan kulit. Ia berpesan untuk bisa menghindari pemakaian kosmetik yang mengandung mikroplastik. "Selain itu, masyarakat juga bisa mengurangi kemungkinan paparan mikroplastik dari berbagai kemasan plastik," pungkasnya.
Seperti diketahui, paparan mikroplastik telah ditemukan didalam tubuh ibu hamil, melalui riset sampel air ketuban dan urine. Dari sebanyak 42 sampel ibu hamil yang tersebar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, seluruhnya dinyatakan terpapar mikroplastik dengan jumlah yang berbeda-beda. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

