Pangeran Kertosono: Jejak Ulama Pembabat Dusun, Cucu Sunan Giri yang Bersemayam di Kujonmanis Warujayeng

Pangeran Kertosono adalah cucu dari Sunan Giri, salah satu anggota Walisongo yang sangat dihormati

11 Oct 2025 - 17:30
Pangeran Kertosono: Jejak Ulama Pembabat Dusun, Cucu Sunan Giri yang Bersemayam di Kujonmanis Warujayeng
makam Pangeran Kertosono terletak di sebelah utara komplek makam Kujonmanis, Warujayeng, Tanjunganom Nganjuk (foto: kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Kabupaten Nganjuk bukan cuma dikenal dengan kota angin atau tempat persinggahan di jalur Jawa Timur, tapi ternyata daerah ini menyimpan kisah bersejarah sejak abad ke-10. yang dimulai sejak zaman kerajaan kuno di Jawa

Di tengah lanskap sejarah Islam di Jawa Timur, khususnya setelah era Wali Songo, muncul sosok Pangeran Kertosono.

Ia dikenal sebagai salah satu ulama besar yang memiliki peran penting dalam pengembangan agama Islam di wilayah Nganjuk. Teristimewa, Pangeran Kertosono adalah cucu dari Sunan Giri, salah satu anggota Walisongo yang sangat dihormati.

Pangeran Kertosono mewarisi darah dakwah dari kakeknya, Sunan Giri. Semangat menyebarkan Islam telah mendarah daging dalam dirinya. Setelah era keemasan Walisongo, Pangeran Kertosono tampil sebagai sosok ulama yang melanjutkan tongkat estafet dakwah di wilayah Nganjuk.

Tidak sampai disitu, Pangeran Kertosono yang akrab dijuluki Kiageng Kerto berdakwah di wilayah Timur sungai brantas lama yang sekarang sudah tidak ada, konon masyarakat menyebut dengan kali mati.

Salah satu kontribusi terbesarnya adalah membabat atau membuka lahan yang kemudian menjadi sebuah dusun yang menjadi simbol penyebaran agama Islam melalui pendekatan sosial dan ekonomi.

Saat ini, makam Pangeran Kertosono terletak di sebelah utara komplek makam Kujonmanis, Warujayeng, Tanjunganom Nganjuk. Bentuk makam cukup panjang kurang lebih hampir 4 meter dengan matrial batu bata kuno yang besar dan terdapat nisan khas era wali songo seperti khas atau motif Demak

Selain itu juga, terdapat dua makam menggunakan nisan kuno, Namun, di beberapa nisan juga ada motif ukiran dan bulan sidi. Tapi sekarang makam dibangun ala modern.

Jika dilihat struktur yang asli, makam ini di atas tanah yang tinggi dan di pagar menggunakan material batu bata kuno yang besar dan di atas makam dulu ada cungkup.

karena kita temukan umpak yg bagus dan besar. Nama pangeran kertosono ini cukup di kenal oleh warga dsn dimungkinkan nama Kertosono dijadikan nama tempat. Karena nama kertosono sudah ada sejak tahun 1600 Masehi hingga sekarang. Makam beliau sering dikunjungi oleh warga dan pengunjung luar kota, biasanya tiap malam jumat.

Menurut Pemerhati Sejarah, Aris Trio Effendi saat dihubungi mengatakan, penemuan makam ini memberikan bukti kuat bahwa nama makam Pangeran Kertosono memiliki akar sejarah yang panjang dan kaya.

"Makam Pangeran Kertosono bukan hanya sekadar nama tempat, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan budaya yang penting," ujarnya. Sabtu (11/10/2025)

Lebih lanjut, Aris menjelaskan bahwa pada masa itu, Nama Kertosono merupakan wilayah yang strategis dalam jalur perdagangan dan penyebaran agama Islam. 

"Kertosono menjadi tempat bertemunya berbagai budaya dan peradaban, sehingga memiliki peran penting dalam perkembangan sejarah di Jawa Timur," tambahnya.

"Karena nama Kertosono sudah ada sejak tahun 1600 Masehi hingga sekarang. Makam beliau sering di kunjungi oleh warga dan pengunjung luar kota, biasanya tiap malam jumat," ujar pria yang juga juru kunci makam Ngetos.

Menurut Aris, Makam Pangeran Kertosono ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah Kertosono dan mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengungkap potensi sejarah dan budaya yang tersembunyi di wilayah tersebut.

Selain itu, diharapkan pula dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan budaya yang ada. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow