Paguyuban Pujasera Gus Dur Jombang Santuni 70 Anak Yatim dari Hasil Iuran Anggota

Dari penggalangan dana mandiri itu, terkumpul dana sekitar Rp12 juta yang disalurkan dalam kegiatan tahun kedua ini.

13 Feb 2026 - 17:10
Paguyuban Pujasera Gus Dur Jombang Santuni 70 Anak Yatim dari Hasil Iuran Anggota
Kegiatan santunan anak yatim paguyuban Pujasera Stadion Merdeka menyambut bulan suci Ramadhan yang didanai dari iuran anggota. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang menyalurkan santunan kepada 70 anak yatim dalam acara doa bersama menyambut bulan suci Ramadan, di pelataran utara Stadion Merdeka, Rabu (12/2/2026) malam. 

Santunan tersebut merupakan hasil iuran harian para anggota paguyuban yang dikumpulkan secara swadaya melalui kotak donasi di setiap stan pedagang. Dari penggalangan dana mandiri itu, terkumpul dana sekitar Rp12 juta yang disalurkan dalam kegiatan tahun kedua ini.

Kepala Bidang Keagamaan Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang, Iksan, menyampaikan bahwa jumlah penerima santunan tahun ini meningkat dibanding pelaksanaan pertama pada tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin 50 anak, sekarang mencapai 70 anak yatim. Insyaallah tahun depan akan kita tingkatkan lagi," ujar Iksan, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan bertajuk "Marhaban Ya Ramadan" ini merupakan program rutin tahunan paguyuban sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur menjelang bulan suci. Iksan menegaskan bahwa seluruh dana santunan berasal dari iuran anggota tanpa pihak lain.

"Kami dari dulu memang independen. Penggalian dana dari anggota kami sendiri. Setiap hari kami bawa kotak untuk santunan, diisi tiap hari," jelasnya.

Paguyuban yang menaungi 40 pedagang pengguna stan dan lima petugas parkir ini berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat di masa mendatang. Tidak hanya anak yatim, tetapi juga fakir miskin, lansia, dan janda kurang mampu. Program pembagian takjil saat Ramadan pun telah masuk dalam agenda.

Selain kegiatan sosial tahunan, paguyuban yang berlokasi di kompleks pujasera Jalan Gus Dur depan Bank Jombang Tower ini juga memiliki tradisi keagamaan rutin. Setiap Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi, seluruh pedagang sepakat libur berjualan untuk menggelar arisan, doa tahlil keliling, serta doa bersama di area stadion pada malam harinya.

"Setiap Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi kami memang libur. Itu sudah menjadi kesepakatan sejak paguyuban ini berdiri," pungkas Iksan.

Melalui berbagai kegiatan yang didanai dari iuran anggota tersebut, Paguyuban Pujasera Gus Dur Merdeka Stadion Jombang bertekad tidak hanya menjadi wadah ekonomi bagi para pedagang, tetapi juga mengambil peran sosial dalam memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow