Ngopi Sambil Curhat, Ini Cara Unik Polisi di Tulungagung Dekatkan Diri dengan Warga

Kopi Curhat Pak Ndan, inovasi sederhana seorang anggota polisi di Tulungagung, untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat. Segala persoalan masyarakat bisa diselesaikan sambil nyeruput kopi bareng.

30 Jun 2025 - 22:04
Ngopi Sambil Curhat, Ini Cara Unik Polisi di Tulungagung Dekatkan Diri dengan Warga
Aipda Oktafrian Widiantoro mengajak sejumlah petani yang sedang beristirahat untuk ngopi bareng. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP – Siapa bilang tugas polisi selalu soal menangkap penjahat atau razia kendaraan? Di Tulungagung, ada cerita inspiratif dari seorang anggota polisi yang punya cara unik untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Namanya Aipda Oktafrian Widiantoro, atau yang lebih akrab disapa Aipda Frian. Ia adalah Bhabinkamtibmas di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, yang bikin program keren dan beda “Kopi Curhat Pak Ndan.”

Dalam kesehariannya sebagai Bhabinkamtibmas, anggota Polsek Gondang ini harus sering menyambangi warga desa, termasuk para petani di sawah.

Aipda Frian mengaku, hampir setiap kali bertemu, warga selalu mengajaknya ngopi ke warung sambil ngobrol. Bukannya tidak mau, tapi ia merasa hal itu bisa jadi beban buat warga.

“Ya saya mikir, kenapa tidak bawa kopi sendiri aja, jadi warga tidak perlu keluar uang cuma buat ngobrol sama saya,” kata Frian, Senin (30/6/2025).

Dari situlah lahir ide Kopi Curhat Pak Ndan, yaitu pada Maret 2023. Sejak itu, Frian selalu membawa kotak kayu berisi perlengkapan kopi dan teh di jok belakang motor dinasnya. Dimanapun bertemu warga, di sawah, pinggir jalan, atau halaman rumah, langsung bikin kopi dan ngobrol santai.

Dengan Kopi Curhat Pak Ndan ini membuat suasana lebih cair saat Frian menjalankan tugasnya sambang masyarakat.

Obrolannya tidak cuma soal cuaca atau harga pupuk. Kadang, ada masalah desa, konflik antar warga, masalah keluarga, atau soal pengairan sawah yang dibahas sambil nyeruput kopi. 

Lewat program ini, Aipda Frian juga bisa jadi jembatan solusi bagi warga yang butuh bantuan atau tempat curhat.

“Pernah ada masalah irigasi. Karena kemarau, air susah. Saya ikut nimbrung sama petani sambil ngopi, kita cari solusi bareng. Jadi bukan cuma dengerin curhat, tapi juga bantu cari jalan keluar,” jelasnya.

Dengan membawa kopi sendiri, Aipda Frian merasa pendekatan ke warga jadi lebih ringan dan hangat. Tidak ada jarak, tidak ada biaya, dan tentu saja lebih akrab.

“Kalau biasanya warga ngajak ke warung, sekarang tidak perlu. Di mana saja kita bisa duduk bareng, ngobrol santai. Ini sangat membantu untuk bikin masyarakat nyaman,” tambahnya.

Aipda Frian berharap, inovasi sederhana ini bisa ditiru oleh rekan-rekan polisi lain, khususnya Bhabinkamtibmas di daerah lain. Karena menurutnya, kunci menjadi anggota polisi yang dicintai masyarakat adalah kehadiran yang bermanfaat.

“Motivasi saya sederhana yaitu hadir, berbuat, dan bermanfaat. Bhabinkamtibmas itu harus bisa hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tapi juga sebagai teman ngobrol dan penyemangat,” pungkasnya.

Langkah inovatif Aipda Frian inipun mendapat tanggapan positif dari warga. Menurut salah satu warga, Sugiono, keberadaan sosok polisi seperti Aipda Frian tersebut sangat dirasakan manfaatnya.

Mereka bisa beristirahat sambil ngopi gratis sekaligus bincang-bincang ringan atau menyelesaikan persoalan yang ada.

"Ini tadi saya sedang mencari rumput kemudian dihampiri pak polisi dan diajak ngopi bareng di gubuk," ujar Sugiono.

Sugiono berharap semakin banyak sosok polisi yang seperti Aipda Frian. Meski hanya dijamu segelas kopi, namun cukup dirasakan manfaatnya bagi petani seperti dirinya yang sedang beraktifitas di sawah namun tidak membawa uang. Sehingga mereka tidak perlu repot-repot pergi ke warung kopi untuk beritirahat melepas lelah.

Hal senada juga disampaikan seorang pencari belut asal desa Bolorejo, kecamatan Kauman, Andi Nurkholik, yang kebetulan sedang berada di dekat lokasi.

Menurutnya sosok polisi seperti Aipda Frian ini bisa membuat masyarakat lebih dekat dan mengenal polisi. Sehingga mereka bisa lebih terbuka setiap kali permasalahan.

"Kalau bisa ya lebih sering-sering ada polisi seperti ini," tandasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow