Ngaji Budaya di Kraksaan: Suara Seniman Probolinggo Menguat, Dorong Kebijakan dan Kesejahteraan

Ngaji Budaya di Kraksaan jadi ruang suara para seniman! Dari aspirasi hingga harapan kesejahteraan, semua mengalir demi masa depan budaya Probolinggo yang lebih kuat dan berkelanjutan.

24 Apr 2026 - 20:15
Ngaji Budaya di Kraksaan: Suara Seniman Probolinggo Menguat, Dorong Kebijakan dan Kesejahteraan
Para seniman dan budayawan turut serta dalam Ngaji Budaya di Alun-alun Kraksaan. (Foto: Humas Disdikdaya Kabupaten Probolinggo)

PROBOLINGGO, SJP - Kegiatan “Ngaji Budaya” yang digelar oleh Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo berlangsung hangat dan penuh gagasan di Alun-alun Kraksaan.

Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280, sekaligus menjadi wadah strategis bagi para seniman dan budayawan untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Forum tersebut dihadiri berbagai elemen pelaku seni yang memanfaatkan kesempatan ini sebagai ruang diskusi terbuka. Mereka membahas berbagai isu penting terkait perkembangan kebudayaan lokal, mulai dari strategi pelestarian hingga tantangan yang dihadapi di era modern. Diskusi yang berlangsung dinamis ini menunjukkan tingginya kepedulian terhadap masa depan kebudayaan di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan CM, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sarana penting untuk menjaring masukan dari para pelaku seni.

“Ngaji budaya ini kami hadirkan sebagai ruang dialog bersama para seniman dan budayawan untuk menyerap aspirasi sekaligus menjadi bahan dalam penyusunan program kebudayaan ke depan,” ujarnya.

Menurut Arief, pembahasan dalam forum tidak hanya berfokus pada konsep pemajuan budaya, tetapi juga menyinggung persoalan mendasar yang kerap dihadapi para seniman, yakni kesejahteraan. Ia menilai, peningkatan taraf hidup pelaku seni menjadi faktor krusial agar mereka dapat terus berkarya secara konsisten.

“Beberapa isu yang mengemuka di antaranya strategi pemajuan kebudayaan daerah, termasuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan para seniman agar mereka bisa terus berkarya secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Dewan Kebudayaan sebagai penggerak utama dalam membangun ekosistem budaya yang kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program-program yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan seni di daerah.

“Kami berharap sinergi antara Disdikdaya dan Dewan Kebudayaan dapat terus diperkuat sehingga program-program kebudayaan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arief memastikan bahwa seluruh masukan yang disampaikan dalam forum akan menjadi bahan evaluasi untuk langkah ke depan. Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti berbagai usulan demi memastikan arah kebijakan kebudayaan semakin jelas dan berkelanjutan.

“Seluruh masukan yang disampaikan akan kami jadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut agar pemajuan kebudayaan di Kabupaten Probolinggo semakin terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, para seniman juga menyuarakan harapan agar Dewan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo segera dilantik secara resmi. Mereka menilai kehadiran lembaga tersebut secara aktif sangat penting untuk mengawal kebijakan serta memperjuangkan kepentingan para pelaku seni di daerah. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow