Napi Kasus Narkoba Ditemukan Tewas di Dalam Sumur Lapas Jember

Jember

21 Jul 2024 - 12:15
Napi Kasus Narkoba Ditemukan Tewas di Dalam Sumur Lapas Jember
Seorang napi di Lapas Jember ditemukan tewas dalam sumur.(Lapas Foto Suarajatimpost.com)

Kabupaten Jember, SJP- Seorang narapidana kasus narkoba ditemukan tewas di dalam sumur sedalam 15 meteran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember. 

Terkait peristiwa ini, Kepala Lapas Kelas IIA Jember, Hasan Basri mengatakan, kejadian itu sekitar pukul 11.00 WIB saat yang bersangkutan Marzuki hendak mandi menunaikan salat Jumat kemarin.

"Dia mau mandi di sumur umum, dia menimba air pakai tali. Korban ini juga bersama temanya, tapi sedang jemur pakaian," katanya, Minggu (21/7).

Lebih lanjut ia jelaskan, pada saat korban terjatuh, temannya yang sedang berjemur pakaian tidak mengetahui jatuhnya. "Saksi mendengar ada bunyi prak dan terus byur gitu," jelasnya. 

"Setelah itu, temannya mencari korban Pak Marzuki, setelah melihat ke dalam sumur airnya bergoyang-goyang. Lalu saksi menduga Pak Marzuki jatuh ke dalam sumur," sambungnya. 

Sehingga, lanjut Hasan, melihat kejadian itu saksi lalu berteriak minta tolong. Mendengar itu, napi yang lain bersama petugas sipir mendatangi lokasi. 

"Sempat ada yang mau turun ke bawah sumur yang berdiameter 1,3 meter. Tapi karena kondisi susah untuk turun, jadi nunggu alat seperti tangga, tali dan baru bisa masuk," bebernya.

Tidak lama kemudian, karena air lumayan banyak di sumur lalu air di kuras memakai pompa air. Begitu air surut, baru korban bisa terlihat. 

"Sumur itu biasa digunakan untuk mandi. Itu mengantisipasi ketika air berkurang di dalam kamar. Seperti sekarang ini yang mau sholat jumat, dibutuhkan banyak air," tutur Hasan.

Kalapas menyebut, korban saat berhasil dievakuasi ditemukan luka di tubuhnya, yang dimungkinkan karena terbentur dinding sumur. 

Korban sendiri di sangsi hukuman 7 tahun penjara dan masih menjalani sekitar 1 tahunan karena kasus narkoba jenis sabu. 

Hasan tidak bisa melihat langsung peristiwa kejadian sebenarnya, karena di lokasi tersebut tidak ada kamera pengintai. "Kalau CCTV disini tidak ada," pungkasnya. 

Pihak keluarga juga tidak berkenan untuk dilakukan outupsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.(*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow