Nakhodai PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Jelaskan Arah Politik 5M di Periode 2025–2030

DPC PDI Perjuangan Bondowoso menegaskan arah politik 5M sebagai pedoman konsolidasi partai dan komitmen bersinergi dengan pemerintah daerah demi pembangunan berkelanjutan.

24 Dec 2025 - 22:07
Nakhodai PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Jelaskan Arah Politik 5M di Periode 2025–2030
Sinung Sudrajad (tengah) Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso saat membacakan arah politik 5M di Periode 2025-2030 (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya dalam memperkuat arah politik partai melalui konsep 5M memasuki era kepmimpinan baru di periode 2025–2030.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, yang baru saja ditetapkan, Sinung Sudrajad. Arah politik ini merupakan implementasi dari bentuk ketaatan terhadap keputusan Kongres VI PDI Perjuangan, sekaligus upaya konsolidasi kekuatan partai di daerah.

Lima pilar 5M tersebut meliputi Mantap Ideologi, Mantap Organisasi, Mantap Program, Mantap Kader, dan Mantap Sumber Daya. Menurut Sinung, kelima prinsip ini menjadi fondasi utama dalam menggerakkan roda organisasi dan perjuangan politik partai di masa yang akan datang.

Sebagai langkah awal, DPC PDI Perjuangan Bondowoso melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh di seluruh struktur partai. Konsolidasi ini bertujuan untuk memperkuat soliditas kader serta memastikan arah perjuangan partai berjalan seirama dengan kebijakan pusat.

“Penguatan internal menjadi kunci agar partai mampu menjalankan peran strategisnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Sinung, Rabu (24/12/2025).

Ia menegaskan, PDI Perjuangan Bondowoso siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang adil, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk menjadi mitra sandingan pemerintah daerah. Sinergi ini penting agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi rakyat Bondowoso,” katanya.

Sinung juga menyoroti posisi strategis Bondowoso yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Ijen UNESCO Global Geopark. Menurutnya, status tersebut tidak hanya membuka peluang di sektor pariwisata, tetapi juga membawa tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

“Geopark bukan semata soal pariwisata, tetapi juga komitmen menjaga lingkungan dan memastikan pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” jelasnya.

Di bidang politik, PDI Perjuangan Bondowoso menegaskan komitmen untuk memperkuat kedaulatan rakyat serta menolak segala bentuk eksploitasi sumber daya alam yang berpotensi merusak lingkungan.

"Partai juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui pendekatan digital serta penguatan kapasitas dan kualitas kader," urainya di kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Ahmad Yani Bondowoso.

Sementara di sektor ekonomi, fokus perjuangan diarahkan pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan kopi Bondowoso sebagai komoditas unggulan daerah.

"Selain itu, pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat dan pelestarian lingkungan turut menjadi perhatian utama," imbuh Wakil Ketua DPRD Bondowoso ini.

Di bidang kebudayaan, Sinung menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi lokal. Ia juga mendorong penguatan peran Bondowoso sebagai Kota Megalitikum, serta pelestarian budaya pesantren sebagai bagian dari jati diri dan kekayaan budaya bangsa.

“Seluruh langkah ini sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tegasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow