Muscab VIII IBI Tuban 2025: Konsolidasi, Apresiasi, dan Regenerasi Kepemimpinan

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Tuban sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VIII tahun 2025 di Pendapa Kridha Manunggal diikuti 668 peserta. Muscab ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, dan penguatan peran bidan dalam pembangunan kesehatan daerah

29 May 2025 - 09:03
Muscab VIII IBI Tuban 2025: Konsolidasi, Apresiasi, dan Regenerasi Kepemimpinan
Suasana khidmat Muscab VIII IBI Tuban 2025 yang diikuti ratusan peserta dari berbagai tingkatan kepengurusan IBI se-Kabupaten Tuban di Pendopo Kridha Manunggal .( Foto : Dok/Atmo)

TUBAN .SJP — Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Tuban menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VIII di Pendapa Kridha Manunggal, Rabu, 28 Mei 2025.

Forum lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi, pertanggungjawaban kepengurusan lama, serta regenerasi kepemimpinan di tingkat kabupaten.

Acara diikuti 668 peserta dari berbagai tingkatan pengurus IBI dan tamu undangan. Muscab kali ini mengusung tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Layanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti.” Agenda diawali seminar ilmiah dengan pemateri dr. Arief Alamsyah, MARS., dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Ketua IBI Cabang Tuban 2018–2023, Hj. Cucuk Turyatiningsih, mengatakan Muscab adalah forum tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi. Ia menyebut, hingga Mei 2025, anggota IBI Tuban mencapai 920 orang, dengan 304 bidan telah menyelesaikan pendidikan profesi. 

“Alhamdulillah, semangat teman-teman untuk melanjutkan pendidikan sangat tinggi,” ujarnya kepada suarajatimpost.com melalui keterangan tertulis, Kamis ( 29/5/2025).

Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Tuban, Esti Surahmi, dalam sambutannya menegaskan peran sentral bidan dalam pelayanan kesehatan dasar.

Ia menyoroti capaian positif penurunan prevalensi stunting di Tuban berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia 2024, yang mencatat angka 11,3 persen, lebih rendah dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur (14,7 persen) maupun nasional (19,8 persen).

“Kontribusi bidan desa sangat signifikan, terutama dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” kata Esti.

Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky melalui video sambutan mengapresiasi pengabdian IBI di bawah kepemimpinan Hj. Cucuk. Ia menyebut kontribusi organisasi tersebut sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan daerah.

“Semoga semangat ini diwariskan kepada pengurus baru,” ujarnya.

Muscab VIII menetapkan Rukmini, sebagai Ketua IBI Tuban periode 2023–2028. Dalam sambutannya, Rukmini mengaku sempat ragu menerima amanah karena akan segera memasuki masa purna tugas. Namun, ia menerima tanggung jawab tersebut dengan penuh syukur.

“Banyak yang lebih muda dan lebih siap, tetapi ini adalah kehendak Allah. Saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Rukmini.

Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran bidan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Semangat sehati-sejiwa harus terus kita jaga,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan dan P2KB, dr. Atiek Supartiningsih, yang mewakili Pemkab Tuban, berharap kepengurusan baru IBI dapat bersinergi mendukung program penurunan AKI, AKB, serta peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

Penutupan Muscab diwarnai suasana solidaritas dan kekeluargaan. Hadir pula perwakilan IBI dari kabupaten tetangga seperti Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Ketua terpilih Rukmini berharap kolaborasi antarwilayah dapat terus ditingkatkan demi kemajuan profesi kebidanan dan kualitas hidup masyarakat. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow