Misteri Hilangnya Kakek asal Kedungasem Terjawab, Jenazah Ditemukan di Perairan Gili Ketapang
Kabar duka menyelimuti warga Kedungasem, Wonoasih. Kakek Supoyo (73) yang dilaporkan hilang sejak beberapa hari lalu saat hendak ke sawah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu pagi (4/2).
KOTA PROBOLINGGO, SJP - Duka mendalam menyelimuti warga Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Teka-teki hilangnya seorang kakek yang dilaporkan tak kunjung pulang selama beberapa hari terakhir akhirnya terjawab dengan kabar yang memilukan.
Jenazah korban ditemukan mengapung di perairan Pulau Gili Ketapang pada Rabu pagi (4/2/2026), setelah sebelumnya diduga kuat terpeleset dan terbawa arus sungai saat hendak pergi ke sawah.
Penemuan tragis ini pertama kali dilaporkan oleh nelayan setempat sekira pukul 08.45 WIB. Nelayan tersebut melihat sesosok jasad manusia yang mengambang di tengah perairan.
Merespons laporan darurat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI AL, Satpol Airud, serta instansi terkait lainnya segera bergerak menuju lokasi dengan menggunakan kapal evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengonfirmasi gerak cepat tim gabungan dalam menindaklanjuti informasi dari masyarakat nelayan tersebut.
"Dari laporan tersebut kami tindak lanjuti dengan petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI AL, Satpol Airud, hingga instansi terkait menuju lokasi awal dilaporkan yakni di perairan Gili Ketapang," ungkap Oemar Sjarief pada Rabu (4/2/2026).
Setibanya di lokasi, petugas mendapati jenazah dalam kondisi telungkup. Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut menggunakan atribut pakaian berupa kaos berwarna coklat dan celana pendek.
Setelah berhasil dievakuasi ke daratan melalui Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, jenazah langsung dilarikan ke kamar mayat RSUD dr. Moh Saleh untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan medis dan pencocokan data keluarga mengonfirmasi bahwa identitas korban adalah Supoyo (73), warga Kedung Miri, Kelurahan Kedungasem. Oemar Sjarief menambahkan, identitas ini sinkron dengan data orang hilang yang beredar beberapa hari sebelumnya.
"Setelah dibawa ke kamar mayat, jenazah tersebut warga Kedungasem yang sebelumnya dilaporkan hilang beberapa hari yang lalu," imbuh Oemar.
Lurah Kedungasem, Saiful Sarifudin, turut membenarkan bahwa warganya tersebut memang sudah tidak terlihat sejak tiga hingga empat hari yang lalu. Menurut penuturannya, Supoyo merupakan sosok yang rajin ke sawah. Namun, pada hari kejadian, korban tak kunjung kembali hingga malam hari, yang memicu kepanikan keluarga.
Keluarga korban sebelumnya telah melakukan pencarian mandiri di sekitar jalur yang biasa dilalui korban. Saiful menjelaskan adanya dugaan kecelakaan air di lingkungan tempat tinggal korban sebelum akhirnya jasadnya terbawa hingga ke laut lepas.
"Keluarga sudah mencari, pasca korban belum pulang, ya dugaannya korban terpeleset ke sungai yang kebetulan informasinya air sungai agak tinggi," jelas Saiful Sarifudin.
Kini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada, terutama saat debit air sedang meningkat akibat curah hujan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

