Milad ke-96 Nasyiatul Aisiyah, Momentum Tingkatkan Peradaban Masa Depan Bangsa

Di tengah gencarnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, sumber daya manusia perlu dibekali kemampuan pemanfaatnnya.Agar manusia tidak dikontrol oleh AI namun manusia mengontrol AI untuk mempermudah pekerjaan. 

06 Jul 2024 - 22:00
Milad ke-96 Nasyiatul Aisiyah, Momentum Tingkatkan Peradaban Masa Depan Bangsa
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri Resepsi Milad Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Gedung Sport Center Lamongan (Foto ; Dok/ Atma/ SJP)

Kabupaten Lamongan, SJP -  Milad ke-96 Nasyiatul Aisiyah menjadi momentum untuk evaluasi dan perencanaan masa depan. Sehingga, Nasyiatul Aisyiyah akan lebih berperan dalam pembangunan, peradaban, maupun masa depan negara. 

Hal tersebut diutarakan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam Resepsi Milad Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, di Gedung Sport Center Lamongan, Sabtu (6/7/2024). 

Dipilih menjadi venue Milad Nasyiatul Aisiyah Jawa Timur, Pak Yes sapaan akrab Bupati Lamongan mengaku senang dan bangga. 

Terlebih, PD Nasyiatul Aisiyah Lamongan turut bergotong-royong membangun setiap aspek kehidupan sosial masyarakat, pendidilan, kesehatan, yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi maupun indeks pembangunan manusia. 

“Peran serta seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah dalam membina, mendorong, meningkatkan sumber daya manusia, di Kabupaten Lamongan ini sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kita terus bergotong-royong, berkolaborasi agar seluruh bagian masyarakat ini bisa menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa dan ini akan terus kita tingkatkan kolaborasi ini pada sektor-sektor yang lain,” ucap Pak Yes. 

Sementara itu, mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menceritakan, pembangunan suatu bangsa harus berfokus pada infrastruktur fisik dan non fisik. 

“Pemerintah kadang-kadang ditanya kenapa anggarannya tidak dipakai untuk memperbanyak mengaspal jalan, merabat beton dan lainnya. Saya setuju infrastruktur fisik itu penting tapi bangsa kita tidak hanya dibangun beton dan baja, tapi pengabdian kader-kader kesehatan yang mengabdi di desa-desa, pengabdian guru-guru yang mengabdi di pelosok-pelosok gunung dan pesisir pantai mereka harus kita sejahterakan,” ujarnya 

Ditengah gencarnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, Emil mengungkapkan, sumber daya manusia perlu dibekali kemampuan pemanfaatnnya. Hal ini agar manusia tidak dikontrol oleh AI namun mengontrol AI untuk mempermudah pekerjaan. 

“Mari kita mulai menggagas sebuah program pemberdayaan kecerdasan buatan untuk Nasyiatul Aisyiyah. Supaya kader-kader Nahdlatul Aisyiyah melek dan paham dengan artificial intelijen," ujarnya.

"Karena apa yang diambil AI kita bisa mengasah lagi untuk pekerjaan kita lebih ringan dan berkualitas. Kecerdasan AI tidak akan menggusur kita, justru kita yang akan mengendalikan AI untuk memajukan bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow