Menteri Agama Hadiri Ziarah Kebangsaan Haul ke-55 Bung Karno di Kota Blitar, Begini Pesannya

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menghadiri ziarah kebangsaan Haul-55 Bung Karno di Makam Presiden Pertama RI Ir Soekarno di Kota Blitar. Pada kesempatan tersebut, Menang RI menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat Indonesia.

21 Jun 2025 - 17:29
Menteri Agama Hadiri Ziarah Kebangsaan Haul ke-55 Bung Karno di Kota Blitar, Begini Pesannya
Menteri Agama (Menag) RI saat menemui awak media usai memberikan tausiyah pada kegiatan ziarah kebangsaan Haul ke-55 Bung Karno di Kota Blitar. (Foto:Ninda Kinanti)

KOTA BLITAR, SJP - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar secara khusus datang ke Kota Blitar untuk menghadiri ziarah kebangsaan Haul ke-55 Bung Karno, pada Sabtu (21/6/2025).

Dimana kegiatan ziarah kebangsaan dalam rangka memperingati Haul ke-55 Bung Karno diikuti kader, kepala daerah dari PDIP di Jawa Timur secara keluarga besar dari Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno.

Usai membacakan tahlil tepat didepan pusara Makam Bung Karno, Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar memberikan tausiyah kepada peserta ziarah kebangsaan.

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengatakan Bung Karno merupakan orang yang menciptakan sejarah besar di Indonesia. Sehingga, sudah selayaknya masyarakat Indonesia mendoakan sang Proklamator secara bersama-sama.

"Beliau (Bung Karno) merupakan orang besar (pahlawan) pendiri bangsa Indonesia. Sejarah tidak boleh dilupakan," kata Nasaruddin Umar, Sabtu (21/6/2025).

Menag juga menyebut kemerdekaan bangsa Indonesia ini salah satunya berkat kerja keras dan jeri payah Presiden Pertama RI Ir. Soekarno. Untuk itu, sebagai warga Indonesia wajib sifatnya mengenang jasa Bung Karno, serta berusaha meneladani perjuangan dan pemikiran Bung Karno.

Tak hanya itu saja, Menag juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa Bung Karno bisa memerdekakan Indonesia tanpa adanya anggaran. Sama halnya, manusia lahir juga tanpa sehelai benang, namun bisa berprestasi dan berkarya sesuai bidangnya masing-masing.

Salah satu pelajaran berharga yang bisa diambil, menurut Menag adalah jangan bergantung terhadap siapapun, baik itu orang lain maupun bangsa lain. Artinya, harus belajar untuk mandiri.

"Kita sebagai rakyat tidak akan bisa menikmati kemerdekaan Indonesia tanpa beliau (Bung Karno), beliau adalah sang proklamator. Beliau merupakan pribadi yang menjadi diri sendiri, pemimpin bangsa yang disegani, percaya diri dan bagi siapapun yang ingin disegani maka harus memiliki rasa percaya diri yang kuat," ucapnya.

Terakhir, Menag RI mengajak rakyat Indonesia untuk terus meneladani sosok Bung Karno sang pendiri bangsa. Pada momen Haul ke-55 ini, diharapkan bisa menjadi energi spiritual bagi rakyat Indonesia untuk menjadi lebih baik dan lebih maju. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow