Mendesak! Kota Batu Kekurangan 80 Nakes, Pemkot Kaji Opsi Outsourcing

Kebutuhan nakes paling mendesak yaitu kebidanan yang berkaitan dengan pelayanan terhadap ibu hamil dan keluarga.

07 May 2025 - 17:01
Mendesak! Kota Batu Kekurangan 80 Nakes, Pemkot Kaji Opsi Outsourcing
Seorang tenaga kesehatan di Kota Batu sedang memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. (Foto: Arul/SJP)

KOTA BATU, SJPPemerintah Kota (Pemkot) Batu sedang kekurangan tenaga kesehatan (nakes). Jumlah kekurangannya mencapai 80 orang. Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan, kebutuhan tersebut sangat mendesak.

Menurutnya, penambahan jumlah nakes dibutuhkan agar pelayanan kesehatan berjalan ideal. Terutama di tingkat desa. Kebutuhan nakes paling mendesak yaitu kebidanan yang berkaitan dengan pelayanan terhadap ibu hamil dan keluarga.

“Ini memang kebutuhan kita saat ini. Tapi kita tidak bisa lagi merekrut tenaga harian lepas. Skema seperti apa yang bisa digunakan, itu masih dipelajari dan belum ada rekomendasi,” ucapnya, Rabu (7/5/2025).

Nurochman menambahkan, rekrutmen nakes tidak bisa lagi dengan tenaga harian lepas. Bahkan skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pun dianggap kurang tepat. Karena kebutuhan tenaga yang sangat spesifik.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu, Santi Restuningsasi menyebut, kemungkinan pihaknya akan mengajukan permohonan formasi tambahan kepada Kementerian PANRB dan BKN.

Pihaknya akan berkoordinasi dan menyampaikan urgensi dari kebutuhan nakes kepada Kementerian PANRB dan BKN. Langkah itu terpaksa harus ditempuh meski saat ini belum memasuki periode resmi perekrutan pegawai.

“Kalau memang diperlukan, kami juga mempertimbangkan opsi kerja sama dengan lembaga penyedia jasa kesehatan melalui skema pengadaan dan jasa,” jelasnya.

Dengan dua opsi yang sedang dikaji tentang permohonan formasi tambahan dan skema outsourcing, Pemkot Batu terus mencari jalan keluar, agar kebutuhan nakes yang mendesak ini bisa segera teratasi tanpa menabrak ketentuan yang berlaku. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow