Marak Temuan ODGJ di Gresik, Dinsos Imbau Warga Tak Apatis dan Melapor ke Petugas
Sejak Januari hingga pertengahan Mei 2025 temuan ODGJ di Kabupaten Gresik mencapai 82 orang. Petugas Dinsos Gresik berharap kondisi tersebut tidak membuat masyarakat apatis meskipun dengan ODGJ.
GRESIK, SJP — Maraknya temuan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menuai keprihatinan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, mengimbau agar masyarakat tidak apatis dan segera melapor agar segera mendapat penanganan petugas.
"Kami berharap kepada masyarakat kalau menemukan warga yang membutuhkan penanganan segera melapor kepada tim Dinsos secara langsung ataupun melalui nomor 112 milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik,” kata Ummi, saat dikonfirmasi suarajatimpost.com, Sabtu (17/5/2025).
Ummi mengatakan, temuan warga menderita ODGJ di wilayah Kabupaten Gresik mencapai puluhan orang. Tepatnya jumlah tersebut mencapai 82 ODGJ yang ditangani petugas selama bulan Januari sampai pertengahan Mei 2025.
Ia menyebut, bahwa pihaknya terus berupaya responsif dalam menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai warga yang membutuhkan layanan sosial seperti ODGJ.
Adapun pelayanan yang diberikan mencangkup pendataan, penjangkauan, pemeriksaan kesehatan mental bekerja sama dengan puskesmas, dan di rujuk ke rumah sakit jiwa bagi ODGJ yang membutuhkan perawatan insentif.
Selain itu, Dinsos juga memberikan bantuan logistik serta pendampingan kepada keluarga ODGJ guna mendapatkan proses pemulihan dan reintegrasi sosial.
"Kami dari Dinas Sosial bersama seluruh jajaran siap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk baik itu ODGJ, lansia terlantar, anak terlantar, dan lainnya yang memerlukan pelayanan kesehatan sosial,” jelasnya.
Menurut dia, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan Gresik yang inklusif dan ramah terhadap kelompok rentan. "Kami berharap masyarakat juga tidak mengucilkan ODGJ," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

