Malam ini, Proses Pencarian Lansia yang Diduga Hanyut di Sampean Baru Bondowoso Dihentikan
Besok pagi, Basarnas Jember akan memimpin pencarian dengan melakukan penyisiran di jalur sungai Sampean Baru bersama petugas gabungan dari BPBD, TNI dan Polri.
BONDOWOSO, SJP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, menghentikan sementara pencarian Nawadi (71) seorang lansia yang diduga terhanyut arus sungai Sampean Baru.
Petugas gabungan yang terdiri Polisi, TNI, BPBD Bondowoso dan BPBD Situbondo, menghentikan pencarian pada Senin (9/6/2025) sekira pukul 20.00 WIB. Petugas juga sempat meninjau titik lokasi korban dinyatakan hilang.
Kepala Bidang PK2 BPBD Bondowoso Yuliono Triandana mengatakan, petugas gabungan sudah meninjau lokasi awal korban dinyatakan hilang dan melakukan penyisiran sejak pukul 16.30 WIB.
“Untuk malam ini, proses pencarian kami hentikan sementara. Karena tidak efektif, takut terjadi apa-apa kalau dilakukan malam hari,” tutur pria yang karib disapa Yuli ini di lokasi kejadian.
Selain bersama TNI, Polri dan BPBD Situbono, Yuli juga telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Basarnas Jember, untuk melakukan pencarian pada esok hari.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas Jember. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi. Kalau malam tidak efektif juga meski dipaksakan,” tandasnya.
Seperti diketahui, seorang lansia bernama Nawadi (71) warga Desa Prajekan Lor, dikabarkan hilang dan diduga terhanyut arus deras sungai Sampean Baru.
Bahkan, sampai pukul 18.00 WIB, korban masih belum ditemukan dan warga sekitar masih melakukan pencarian di tepi sungai.
Hilangnya warga tersebut dikabarkan pertama kali oleh Saiful Efendi, yang melapor ke Polsek Prajekan, sekira pukul 16.00 WIB, pada Senin, 6 Juni 2025.
Mendengar laporan itu, Kapolsek Prajekan, Iptu Hadi Sugono langsung bergegas mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran di tepi sungai, mencari korban di lokasi pertama kali mandi.
Kapolsek menceritakan, awalnya, korban ingin mandi di sungai yang tepat berada di belakang rumahnya, sekira 50 meter. Istri korban awal mulanya masih melihat suaminya mandi di sungai yang arusnya deras dengan kedalaman 1,5 meter.
“Beberapa saat, korban tidak terlihat. Sontak isteri korban bersama saudaranya bergegas mencari turun ke sungai. Warga hanya menemukan pakaian korban di tepi sungai,” katanya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

